Yen. Foto ; AFP.
Yen. Foto ; AFP.

Yen dan Franc Swiss Anjlok, Dipicu 2 Faktor Ini

Ekonomi Inflasi Mata Uang pandemi covid-19 Varian Baru Covid-19 Safe haven
Antara • 04 Desember 2021 09:16
New York: Mata uang safe haven yen dan franc Swiss naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Ekuitas global dan imbal hasil obligasi jatuh di tengah kekhawatiran penyebaran varian baru virus korona Omicron. Sehingga telah mengakibatkan pembatasan baru di beberapa bagian dunia, serta kekhawatiran kemungkinan tindakan agresif Federal Reserve untuk mengekang inflasi yang melonjak.
 
"Volatilitas tetap menjadi norma dalam beberapa pekan terakhir di tengah perubahan pandangan tentang kebijakan moneter, kekhawatiran inflasi, dan sekarang ketidakpastian Omicron," kata Action Economics, dikutip dari Antara, Sabtu, 4 Desember 2021.
 
Dolar membalikkan kenaikan menjadi sedikit menyusut pada hari itu setelah rilis laporan pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan. Hal ini masih termasuk revisi positif untuk bulan-bulan sebelumnya dan rincian kuat tentang pasar tenaga kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku pasar memandang laporan penggajian tidak benar-benar mengubah rencana Fed untuk mempercepat pengurangan pembelian asetnya dan mungkin menaikkan suku bunga beberapa kali tahun depan meskipun ada ancaman Omicron.
 
Departemen Tenaga Kerja melaporkan, data penggajian (payrolls) nonpertanian AS meningkat 210 ribu pekerjaan bulan lalu. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan akan naik 550 ribu pekerjaan.
 
Pertumbuhan pekerjaan Oktober direvisi naik menjadi 546 ribu posisi dari perkiraan awal 531 ribu dan lonjakan September meningkat menjadi 379 ribu dari 321 ribu, dengan kenaikan bersih 82 ribubdalam dua bulan. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,2 persen dari 4,6 persen, level terendah sejak Februari 2020.
 
"Meskipun laporan penggajian beragam hari ini, kami pikir gambaran yang lebih besar tetap bahwa tekanan inflasi berkelanjutan di AS kemungkinan akan mendukung normalisasi kebijakan yang lebih cepat oleh Fed dan menjaga dolar tetap kuat," kata ekonom pasar di Capital Economics, Jonathan Petersen.
 
Suku bunga berjangka dana federal, yang melacak ekspektasi suku bunga jangka pendek, pada Jumat, 3 Desember 2021, memperkirakan peluang 74 persen kenaikan seperempat poin persentase suku bunga acuan Fed pada Mei 2022. Probabilitas itu mencapai setinggi 86 persen setelah rilis laporan pekerjaan.
 
Pada perdagangan sore, indeks dolar naik tipis di 96,146. Mata uang dolar AS berakhir tidak berubah pada minggu ini, meskipun minggu lalu reli ke level tertinggi sejak Juli tahun lalu.
 
Petersen dari Capital Economics mengatakan nilai dolar mencerminkan mengimbangi dari kenaikan imbal hasil jangka pendek di AS. Terutama setelah komentar Ketua (Jerome) Powell (hawkish) kepada Kongres pada Rabu, 1 Desember 2021, dan penurunan imbal hasil jangka panjang di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang varian Omicron.
 
Euro menguat 0,1 persen pada USD1,1307 terhadap yen, dolar AS turun 0,4 persen menjadi 112,75 yen. Dibandingkan franc Swiss, dolar turun 0,2 persen menjadi 0,9179 franc.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif