Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua
Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua

Wall Street Merekah

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 22 Agustus 2020 08:09
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena Wall Street mencerna banyak data ekonomi. Namun demikian, para investor masih terus mencermati pergerakan kasus infeksi covid-19 lantaran tetap menekan perekonomian AS.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 22 Agustus 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 190,60 poin atau 0,69 persen menjadi 27.930,33. Sedangkan S&P 500 naik 11,65 poin atau 0,34 persen menjadi 3.397,16. Kemudian indeks Komposit Nasdaq meningkat 46,85 poin atau 0,42 persen menjadi 11.311,80.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan sektor teknologi ditutup 1,21 persen, memimpin kenaikan. Sementara sektor eergi merosot 0,63 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang Terdaftar di S&P AS, mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Dari sisi data, Flash US Composite Output Index berada di level 54,7 pada Agustus atau naik dari pembacaan Juli yang berada di level 50,3, lapor penyedia informasi global yang berbasis di London IHS Markit.
 
Total penjualan rumah yang ada di AS, transaksi yang diselesaikan mencakup rumah keluarga tunggal, townhome, kondominium, dan koperasi, melonjak 24,7 persen dari Juni ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 5,86 juta pada Juli, menurut National Association of Realtors.
 
Sementara itu, risalah Federal Reserve menunjukkan pejabat the Fed percaya bahwa ketidakpastian seputar prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap sangat tinggi, dengan pergerakan ekonomi akan sangat bergantung bagaimana arah covid-19. Sejauh ini, kasus infeksi virus mematikan itu terus meningkat.
 
"Beberapa risiko terhadap prospek ekonomi telah dicatat, termasuk kemungkinan wabah virus gelombang berikutnya yang dapat mengakibatkan gangguan ekonomi berkepanjangan dan berlarut-larut," kata risalah rapat Fed.
 
Pada pertemuan tersebut, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pengaturan kebijakan the Fed, mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah yaitu 0-0,25 persen. Keputusan itu sambil memperingatkan bahwa kebangkitan kasus covid-19 secara nasional baru-baru ini mulai membebani pemulihan ekonomi.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif