NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL
Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL

Harga Minyak Dunia Jatuh ke USD26/Barel

Ekonomi minyak mentah
Antara • 18 Maret 2020 08:01
New York: Harga minyak dunia memperpanjang kerugiannya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan kembali terjadi karena kekhawatiran bahwa penyebaran covid-19 akan semakin mengurangi permintaan global untuk minyak mentah dan terus membebani pasar.
 
Mengutip Antara, Rabu, 18 Maret 2020, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun USD1,75 atau 6,1 persen menjadi USD26,95 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun USD1,32 atau 4,39 persen menjadi di USD28,73 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Para pelaku pasar cemas tentang risiko penurunan signifikan terhadap permintaan minyak di tengah kian merebaknya wabah virus korona yang menyebabkan penutupan beberapa negara di Eropa dan Asia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, masih ada tanda perang harga di pasar minyak, karena Arab Saudi dan Rusia -dua produsen minyak utama- tidak membuat upaya untuk mendamaikan perbedaan mereka, para ahli mencatat.
 
"Mengingat bahwa permintaan menurun pada saat yang sama sebagai akibat dari pembatasan yang semakin drastis yang ditujukan untuk memerangi virus korona, perilaku dua produsen minyak utama dunia itu dapat digambarkan sebagai tindakan menghancurkan diri sendiri," kata Analis Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch.
 
Kegagalan untuk mencapai kesepakatan awal bulan ini antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dipimpin oleh Rusia, tentang pengurangan produksi minyak, telah memicu kekhawatiran kemungkinan perang harga.
 
Arab Saudi, anggota utama OPEC, dan Rusia telah mengumumkan peningkatan signifikan dalam produksi minyak mereka, yang akan membanjiri pasar yang telah kelebihan pasokan.
 
Di sisi lain, Wall Street rebound atau kembali menghijau pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi setelah aksi jual bersejarah sehari sebelumnya ketika langkah-langkah stimulus baru dari Federal Reserve gagal menenangkan pasar di tengah meningkatnya kekhawatiran akan virus corona.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.048,86 poin atau 5,2 persen menjadi 21.237,38 poin. Indeks S&P 500 bertambah 143,06 poin atau 6,00 persen menjadi berakhir di 2.529,19 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 430,19 poin atau 6,23 persen menjadi 7.334,78 poin.
 
S&P 500 melonjak enam persen, mengembalikan setengah dari aksi jual sesi sebelumnya, karena Federal Reserve dan Gedung Putih mengambil langkah lebih lanjut untuk meningkatkan likuiditas dan membendung kerusakan akibat wabah virus korona yang telah mencengkeram ekonomi global.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif