Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Emas Dunia Melesat Usai Fed Luncurkan Stimulus

Ekonomi harga emas ekonomi dunia
Antara • 10 April 2020 08:30
Chicago: Emas berjangka di Bursa Comex melambung pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi setelah pengumuman stimulus besar-besaran oleh Federal Reserve (Fed) AS untuk membantu ekonomi dari pandemi virus korona yang memicu kekhawatiran inflasi.
 
Mengutip Antara, Jumat, 10 April 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni melejit USD68,5 atau 4,07 persen menjadi USD1.752,8 per ons, merupakan level tertinggi sejak Oktober 2012, sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Sehari sebelumnya, emas berjangka naik tipis USD0,6 atau 0,04 persen menjadi USD1.684,3 per ons.
 
Federal Reserve AS mengumumkan pada Kamis, 9 April bahwa mereka akan membuat Main Street Lending Fund untuk mendukung bisnis melalui pinjaman bank. The Fed berusaha untuk menciptakan stabilitas di pasar, yang mengurangi permintaan untuk emas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, efek pasti dari pinjaman tersebut belum pasti, sehingga para analis percaya bahwa pasar yang dibanjiri dengan uang tunai dari bank-bank sentral di seluruh dunia, memberikan dukungan kepada emas sebagai tempat yang aman di tengah meningkatnya inflasi.
 
"The Fed meluncurkan howitzer lain dari gudang senjatanya yang menawarkan bantuan besar untuk usaha kecil dan menengah serta pemerintah daerah," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Mulia dan Logam Dasar BMO Tai Wong.
 
"Emas menguat karena bantuan moneter ini pada akhirnya harus dilunasi dan pembayaran itu mungkin tiba-tiba sebagai inflasi yang lebih tinggi di kemudian hari," tambahnya.
 
The Fed mengeluarkan USD2,3 triliun untuk mendukung pemerintah daerah serta usaha kecil dan menengah guna menjaga ekonomi AS tetap utuh saat AS memerangi pandemi korona. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral akan terus menggunakan semua alat yang tersedia sampai ekonomi AS mulai sepenuhnya pulih dari kerugian yang disebabkan oleh wabah.
 
"Dampak ekonomi dari pandemi ini kemungkinan besar akan menyita pasar dalam waktu yang sangat lama, bahkan ketika pandemi telah mereda. Emas kemungkinan mendapat untung dari melimpahnya uang bank-bank sentral dan utang baru," kata Analis Commerzbank dalam sebuah catatan.
 
Emas juga diberi dukungan ketika 6,6 juta orang mengajukan klaim pengangguran baru selama sepekan yang berakhir 5 April, menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis waktu setempat. Jumlah klaim yang diajukan lebih buruk dari yang diharapkan.
 
Indeks sentimen konsumen AS untuk April yang dirilis pada Kamis, 9 Apil oleh Universitas Michigan menunjukkan angka 71, menurut catatan analis adalah angka terendah sejak 2011, juga memberikan dukungan terhadap emas. Indeks dolar AS yang melemah 0,67 atau 0,67 persen ke level 99,45 pada pukul 17.50 GMT, juga lebih lanjut mendukung emas.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik sebanyak 84,8 sen atau 5,58 persen menjadi USD16,053 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD15 atau 2,04 persen menjadi USD748,6 per ons.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif