Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS
Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS

Dolar AS Pamer Kekuatan di Tengah Optimisme Vaksin Covid-19

Ekonomi Virus Korona Ekonomi Amerika Dolar AS vaksin covid-19
Angga Bratadharma • 11 November 2020 09:02
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena pelaku pasar terus mencerna berita tentang kemajuan yang menjanjikan terkait vaksin covid-19. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,02 persen menjadi 92,7513.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 11 November 2020, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1813 dari USD1,1829 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3253 dari USD1,3166 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7281 dari USD0,7290.
 
Dolar AS dibeli 105,28 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 105,43 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9150 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9127 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3020 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2984 dolar Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena para pedagang melakukan aksi jual di saham teknologi. Namun, bursa Wall Street masih mendapat sentimen positif dari kemenangan Joe Biden dan ditemukannya vaksin covid-19.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 262,95 poin atau 0,90 persen menjadi 29.420,92. Sedangkan S&P 500 turun 4,97 poin atau 0,14 persen menjadi 3.545,53. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 159,93 poin atau 1,37 persen menjadi 11.553,86.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor energi naik 2,52 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan saham teknologi melemah sebanyak 1,94 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Pergerakan pasar yang berbeda terjadi setelah produsen obat Amerika, Pfizer, dan perusahaan farmasi Jerman, BioNTech, mengumumkan analisis data yang menunjukkan kandidat vaksin covid-19 mereka lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah covid-19.
 
"Investor perlu melakukan diversifikasi untuk tahap berikutnya," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang Terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif