Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Sentuh Rekor Baru, Nasdaq Meroket 111 Poin

Ekonomi Wall Street Ekonomi Amerika
Angga Bratadharma • 28 November 2020 07:46
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), dengan Nasdaq membukukan rekor baru. Penguatan terjadi usai Hari Thanksgiving dan di tengah berita positif tentang vaksin covid-19 yang menjadi harapan agar pandemi bisa segera berakhir.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 28 November 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 37,90 poin atau 0,13 persen menjadi 29.910,37. S&P 500 naik 8,7 poin atau 0,24 persen menjadi 3.638,35. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 111,44 poin atau 0,92 persen menjadi 12.205,85. Sebelumnya pada hari itu, Nasdaq mencapai tertinggi sepanjang masa di 12.236,23.
 
Sesi perdagangan pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) berakhir pada pukul 1 siang atau tiga jam lebih awal dari biasanya. Sebanyak lima dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan perawatan kesehatan ditutup naik 0,95 persen. Energi tergelincir 1,25 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan hampir datar, dengan lima dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Pasar saham AS mencetak kinerja solid pada minggu ini karena pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) Dow Jones reli ke level tertinggi baru dan ditutup di atas angka 30 ribu untuk pertama kalinya dalam sejarah. Untuk minggu ini, Dow dan S&P 500 masing-masing naik 2,2 persen dan 2,3 persen. Nasdaq membukukan keuntungan mingguan sebesar tiga persen.
 
Di sisi lain, Departemen Perdagangan Amerika Serikat melaporkan bahwa pendapatan pribadi turun 0,7 persen pada Oktober dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
 
"Pembayaran pemulihan ekonomi federal melambat karena program bantuan terkait pandemi terus menurun," demikian menurut laporan yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi (BEA) Departemen Perdagangan AS.
 
Tunjangan pengangguran mingguan tambahan USD600 dari pemerintah federal, serta beberapa langkah bantuan lain yang disetujui pada akhir Maret, berakhir pada akhir Juli 2020. Hal ini terjadi saat kongres dan gedung putih tetap menemui jalan buntu untuk memberikan dukungan fiskal selanjutnya.
 
"Pemulihan menunjukkan tanda-tanda melemah saat kita bergerak dari musim panas ke musim gugur," tulis Diane Swonk, kepala ekonom di Grant Thornton, sebuah firma akuntansi besar, dalam sebuah blog Rabu.
 
"Suhu yang lebih dingin, yang menutup tempat-tempat luar ruangan, penurunan tunjangan pengangguran dan lonjakan kasus covid-19 meredam pengeluaran dan kepercayaan diri," pungkas Swonk.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif