Presiden AS Joe Biden. FOTO: AFP/MANDEL NGAN
Presiden AS Joe Biden. FOTO: AFP/MANDEL NGAN

Biden Desak Paket Bantuan Covid-19 USD1,9 Triliun Diloloskan

Ekonomi Virus Korona Ekonomi Amerika joe biden covid-19
Angga Bratadharma • 26 Januari 2021 08:45
Washington: Pejabat di Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mencoba meredam kekhawatiran Partai Republik bahwa proposal bantuan pandemi senilai USD1,9 triliun terlalu besar. Upaya itu dilakukan lantaran ada dorongan agar paket yang diusulkan lebih kecil dari yang ditargetkan.
 
Anggota Parlemen dari Demokrat dan Republik mengatakan mereka telah setuju pemberian vaksin covid-19 ke orang Amerika harus menjadi prioritas. Tetapi beberapa anggota dari Partai Republik keberatan dengan paket sebesar itu hanya sebulan setelah Kongres meloloskan tindakan bantuan senilai USD900 miliar.
 
"Tampaknya terlalu dini untuk mempertimbangkan paket sebesar ini dan cakupannya," kata Senator Republik Susan Collins, yang menelepon Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Brian Deese, dan para pembantu Biden lainnya, dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 26 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Collins mengatakan dia setuju dana tambahan diperlukan untuk distribusi vaksin, tetapi dalam RUU yang lebih terbatas, dan berencana membahas tindakan tersebut dengan anggota parlemen lainnya. Sedangkan Senator Dick Durbin mengatakan bantuan virus korona adalah prioritas utama Biden.
 
"Kami tidak bisa menunggu. Hanya karena Washington pernah macet sebelumnya, tidak berarti itu perlu terus macet," kata Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre kepada wartawan.
 
Gedung Putih tidak menyebutkan seruan tersebut, tetapi Anggota Dewan Penasihat Ekonomi Biden, Jared Bernstein, mengatakan bantuan senilai USD900 miliar yang disahkan pada akhir 2020 hanya akan membantu satu atau dua bulan. Dibutuhkan stimulus lebih guna memerangi pandemi covid-19.
 
Pandemi covid-19 telah menewaskan lebih dari 417 ribu orang Amerika dan membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan dan menginfeksi lebih dari 175 ribu orang Amerika setiap hari, menimbulkan krisis langsung pada Pemerintahan Biden.
 
Biden, yang baru saja menjabat, berkampanye dengan janji untuk mengambil tindakan agresif guna memerangi pandemi, yang sering diremehkan oleh pendahulunya Donald Trump. Akibat sikap Trump, kasus covid-19 di AS melonjak tinggi dan menjadi negara nomor satu yang mencatat infeksi tertinggi.
 
"Intinya adalah kami berada dalam keadaan darurat nasional, dan kami harus bertindak seperti kami dalam keadaan darurat nasional. Kegagalan untuk melakukannya (meloloskan paket bantuan USD1,9 triliun) akan sangat merugikan kami," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif