Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN
Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN

Indeks Acuan Saham Inggris Naik 0,27%

Ekonomi bursa saham Ekonomi Inggris
Medcom • 21 November 2020 10:29
London: Bursa saham Inggris menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), di tengah lonjakan kasus covid-19 di seluruh dunia yang berpeluang kembali menekan perekonmian. Indeks acuan FTSE 100 naik 0,27 persen atau 17,10 poin menjadi 6.351,45.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 21 November 2020, Antofagasta, perusahaan tambang tembaga, melonjak 3,46 persen, berkinerja terbaik dalam saham unggulan. Sedangkan Avast dan JD Sports Fashion meningkat masing-masing 3,18 persen dan 2,77 persen.
 
Sage Group, sebuah perusahaan perangkat lunak perusahaan multinasional Inggris, menjadi pemain terburuk di saham unggulan, dengan sahamnya merugi 13,39 persen. BT Group, perusahaan induk telekomunikasi multinasional Inggris, turun 4,45 persen. Johnson Matthey, perusahaan ilmu pengetahuan dan kimia global, turun 3,86 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat tergelincir pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Tekanan menerpa bursa saham Wall Street karena investor semakin khawatir atas kasus infeksi covid-19 yang terus melonjak di negara Paman sam.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 219,75 poin atau 0,75 persen menjadi 29.263,48. Kemudian S&P 500 turun 24,33 poin atau 0,68 persen menjadi 3.557,54. Indeks Komposit Nasdaq turun 49,74 poin atau 0,42 persen menjadi 11.854,97.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor teknologi turun 1,05 persen, memimpin ketertinggalan. Sedangkan sektor utilitas naik 0,05 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan. Investor khawatir bahwa lonjakan kasus virus korona AS yang berkelanjutan dapat mengancam pemulihan ekonomi.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan enam dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Menurut analisis data CNBC yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat mencatat rekor 187.833 kasus baru pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), mendorong rata-rata tujuh hari infeksi baru setiap hari menjadi 165.029 atau sekitar 24 persen lebih tinggi dari seminggu yang lalu.
 
Amerika Serikat telah melaporkan total 11,8 juta kasus lebih dengan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melebihi 253 ribu pada Jumat sore. Wall Street juga fokus pada ketidaksepakatan antara Departemen Keuangan AS dan the Fed mengenai kelanjutan pendanaan untuk beberapa program darurat yang ditetapkan selama hari-hari awal krisis virus korona.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif