Ilustrasi. AFP PHOTO/Brendan Smialowski
Ilustrasi. AFP PHOTO/Brendan Smialowski

The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga 75 Bps di Juli

Angga Bratadharma • 25 Juni 2022 17:02
New York: Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman mengisyaratkan dukungan untuk jalur kenaikan suku bunga yang lebih agresif daripada yang dipikirkan oleh sebagian besar rekan bank sentralnya saat ini. Dalam hal ini, dia ingin suku bunga naik sampai melebihi ekspektasi inflasi jangka pendek.
 
"Berdasarkan pembacaan inflasi saat ini, saya berharap kenaikan suku bunga tambahan sebesar 75 basis poin akan sesuai pada pertemuan kita berikutnya serta peningkatan setidaknya 50 basis poin dalam beberapa pertemuan berikutnya, selama data yang masuk mendukungnya," kata Bowman, dikutip dari The Business Times, Sabtu, 25 Juni 2022.
 
"Bergantung pada bagaimana ekonomi berkembang, peningkatan lebih lanjut dalam kisaran target untuk tingkat dana federal mungkin diperlukan setelah itu," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun The Fed sudah menaikkan suku bunga sebanyak 75 basis poin, ke kisaran target 1,5-1,75 persen, dan perkiraan yang diterbitkan menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga perlu naik menjadi 3,4 persen pada akhir tahun.
 
Baca: Powell Klaim The Fed Sangat Fokus Kembalikan Tingkat Inflasi ke 2%

Menyebut inflasi sebagai ancaman bagi pertumbuhan pekerjaan yang berkelanjutan, Bowman mengaku berkomitmen pada kebijakan yang akan membawa tingkat dana federal yang sebenarnya kembali ke wilayah positif. Selain itu, lanjutnya, tidak masuk akal untuk tingkat suku bunga berada di bawah dekat ekspektasi inflasi jangka panjang.

Mengekang inflasi terpanas 

Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali tekadnya untuk mengekang inflasi terpanas dalam kurun waktu 40 tahun. Powell menekankan bank sentral Amerika Serikat berkomitmen mendorong dunia untuk menahan dan bertransaksi dalam dolar.
 
"Rekan-rekan saya dan saya sangat fokus untuk mengembalikan inflasi ke tujuan dua persen kami. Komitmen kuat Federal Reserve terhadap mandat stabilitas harga kami berkontribusi pada kepercayaan yang meluas terhadap dolar sebagai penyimpan nilai," kata Powell.
 
The Fed pada Rabu waktu setempat kemarin menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin dan menjadi kenaikan terbesar sejak 1994 dan mengisyaratkan langkah yang lebih agresif untuk melawan inflasi terpanas dalam empat dekade. Hal itu dinilai The Fed penting guna menjaga stabilitas perekonomian.
 
Powell mengatakan kenaikan 75 basis poin lainnya, atau pergerakan 50 basis poin, kemungkinan terjadi pada pertemuan pembuat kebijakan berikutnya pada Juli. Para pejabat memperkirakan tingkat suku bunga akan naik tahun ini menjadi 3,4 persen pada Desember dan 3,8 persen pada akhir 2023.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif