Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Minyak Dunia Tertekan Lonjakan Kasus Covid-19 Global

Ekonomi Virus Korona Minyak Mentah covid-19
Antara • 14 Januari 2021 08:01
New York: Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), mundur dari keuntungan baru-baru ini. Tekanan itu terjadi di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan kasus covid-19 global akan menghambat permintaan bahan bakar dunia.
 
Mengutip Antara, Kamis, 14 Januari 2021, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret, menetap di USD56,06 per barel, turun 52 sen atau 0,9 persen. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berkurang 30 sen atau 0,6 persen menjadi USD52,91 per barel.
 
Pasar memang menemukan beberapa dukungan dari angka persediaan mingguan yang menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah dan peningkatan produksi kilang. Permintaan bahan bakar telah pulih dari penurunan mengejutkan musim semi lalu ketika pandemi covid-19 memburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meski demikian, pemerintah-pemerintah terus memberlakukan pembatasan pada perjalanan yang akan menahan permintaan energi selama berbulan-bulan," kata para analis.
 
"Sementara saya melihat harga minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi selama beberapa bulan mendatang, investor perlu berhati-hati bahwa jalan menuju permintaan minyak yang lebih tinggi dan harga akan tetap bergelombang," kata Analis Minyak UBS Giovanni Staunovo.
 
Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah AS lebih rendah untuk minggu kelima berturut-turut, turun 3,2 juta barel pekan lalu, melebihi ekspektasi analis dalam jajak pendapat untuk penurunan 2,3 juta barel, karena penyuling meningkatkan produksi minyak mentah.
 
"Pabrik-pabrik penyulingan mulai melihat gambaran permintaan yang lebih baik dan itu tercermin tidak hanya dari apa yang kita lihat di Amerika Serikat tetapi juga di luar negeri," kata Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn, di Chicago.
 
Pemerintah-pemerintah di seluruh Eropa mengumumkan penguncian virus korona yang lebih ketat dan lebih lama pada Rabu waktu setempat karena varian covid-19 yang menyebar cepat yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan ketika vaksinasi diperkirakan tidak akan banyak membantu selama dua hingga tiga bulan ke depan.
 
Sedangkan Tiongkok mencatat lonjakan harian terbesar dalam kasus virus korona dalam lebih dari lima bulan, meskipun ada penguncian, peningkatan pengujian, dan tindakan lain yang bertujuan untuk mencegah gelombang infeksi lain.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif