Korean Air. Foto ; AFP.
Korean Air. Foto ; AFP.

Korean Air akan Beli Asiana Airlines

Ekonomi korea selatan pandemi covid-19
Arif Wicaksono • 16 November 2020 21:18
Seoul: Maskapai penerbangan Korea Selatan, Korean Air, mengatakan akan membeli saingannya yang lebih kecil dan bermasalah Asiana Airlines dalam kesepakatan senilai USD1,6 miliar. Mereka akan berkonsolidasi dengan sektor penerbangan global yang hancur oleh pandemi covid-19.
 
Kesepakatan yang menggabungkan dua maskapai penerbangan terbesar Korea Selatan muncul ketika maskapai penerbangan di seluruh dunia berjuang dengan rendahnya permintaan, tergerusnya uang tunai dan pesawat yang dilarang terbang untuk bertahan hidup.
 
"Alasan utama di balik keputusan Korean Air untuk mengakuisisi Asiana Airlines saat ini adalah untuk menstabilkan industri penerbangan Korea, yang menderita pandemi covid-19," kata Korean Air dikutip dari Channel News Asia, Senin 16 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah Korean Air menyelesaikan akuisisi Asiana Airlines, maskapai ini diharapkan menjadi salah satu dari 10 maskapai teratas di dunia," jelas dia.
 
Korean Air mengatakan akan membayar 1,8 triliun won (USD1,6 miliar) untuk Asiana, menggunakan uang tunai dari rights issue 2,5 triliun won awal tahun depan. Kesepakatan itu juga mencakup afiliasi Asiana, termasuk maskapai penerbangan bertarif rendah Air Seoul dan Air Busan.
 
“Mengingat status keuangan Korean Air juga bisa terancam jika situasi covid-19 berkepanjangan, maka tidak dapat dihindari untuk merestrukturisasi pasar penerbangan domestik untuk meningkatkan daya saingnya,” tambah Korean Air.
 
Asiana telah lama diganggu oleh masalah keuangan, mendorong perusahaan induk Kumho Industrial untuk menjual 31 persen sahamnya tahun lalu karena mendapat tekanan dari krediturnya.
 
Kesepakatan sebelumnya untuk pembangun HDC Hyundai Developer Korea Selatan untuk membeli Asiana runtuh pada bulan September karena pandemi merobek industri penerbangan.
 
Asiana melaporkan kerugian operasional sebesar 268 miliar won dalam enam bulan pertama tahun ini -dengan utangnya melonjak menjadi 11,5 triliun won. Namun Korean Air dan perusahaan induknya, Hanjin Group, mengharapkan akuisisi Asiana dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar global.
 
"Secara umum, negara-negara dengan populasi kurang dari 100 juta memiliki satu operator layanan penuh," kata mereka dalam sebuah pernyataan.
 
"Namun, Korea memiliki dua maskapai penerbangan layanan penuh, yang memberikan kerugian kompetitif dibandingkan dengan negara-negara seperti Jerman, Prancis dan Singapura dengan satu maskapai penerbangan besar," jelas dia.
 
Kesepakatan Asiana akan memberikan maskapai ini daya saing untuk bersaing dengan maskapai besar global. Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan bahwa kementerian transportasi negara itu dan kreditur Asiana, termasuk Bank Pembangunan Korea yang dikelola negara, melihat kesepakatan itu sebagai tak terhindarkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar selama pandemi.
 
Kesepakatan itu juga melibatkan investasi dari Bank Pembangunan Korea, yang mengatakan pihaknya berharap untuk mendapatkan persetujuan regulasi pada akhir tahun depan, menurut Bloomberg News.
 
KDB yang dikelola negara mengatakan bahwa mereka berharap dapat menyelesaikan transaksi tahun ini dan mencari persetujuan dari badan antitrust secara global pada akhir 2021.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif