Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Tergelincir Usai Pembahasan Stimulus Covid-19 Dilanjutkan

Ekonomi Dolar AS
Angga Bratadharma • 10 Oktober 2020 09:02
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Tekanan terjadi karena pelaku pasar mengamati berlanjutnya pembahasan mengenai stimulus covid-19 yang sempat dihentikan oleh Presiden AS Donald Trump.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 10 Oktober 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,59 persen menjadi 93,0532. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1825 dari USD1,1758 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3038 dari USD1,2933 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,7231 dibandingkan dengan USD0,7163. Dolar AS dibeli 105,62 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 106,01 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9097 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9171 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3131 dolar Kanada dari 1,3199 franc Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di AS, perdebatan tentang paket fiskal baru yang dimaksudkan untuk meredakan efek krisis covid terus berlanjut, meskipun pasar telah cukup banyak meninggalkan harapan bahwa paket utama akan disahkan menjelang Pemilihan Presiden," kata Analis Commerzbank Research Antje Praefcke, dalam sebuah catatan.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan bursa Wall Street terjadi lantaran didorong oleh katalis positif berupa berlanjutnya pembahasan mengenai stimulus covid-19 yang sempat dihentikan.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 161,39 poin atau 0,57 persen menjadi 28.586,90. Sedangkan S&P 500 naik 30,30 poin atau 0,88 persen menjadi 3.477,13. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 158,96 poin atau 1,39 persen menjadi 11.579,94.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 menguat dengan sektor teknologi naik 1,54 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor energi tergelincir sebanyak 1,58 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Sedangkan Menkeu AS Steven Mnuchin dan Ketua DPR Nancy Pelosi melanjutkan pembicaraan seputar stimulus terkait bantuan virus korona.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif