Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Menguat Ditopang Turunnya Persediaan AS

Ekonomi Minyak Mentah
Antara • 29 Juli 2021 08:31
New York: Harga minyak dunia bergerak lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lebih tajam dari perkiraan para analis. Hal itu membawa fokus pasar kembali ke pasokan yang ketat daripada meningkatnya infeksi covid-19.
 
Mengutip Antara, Kamis, 29 Juli 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September terdongkrak 26 sen atau 0,4 persen, menjadi USD74,74 per barel, setelah membukukan penurunan pertama dalam enam hari pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB).
 
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk penyerahan September bertambah 74 sen atau 1,0 persen, menjadi USD72,39 per barel. Persediaan minyak mentah AS merosot 4,1 juta barel dalam seminggu hingga 23 Juli, kata Badan Informasi Energi AS (EIA). Stok bensin dan bahan bakar distilat juga turun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebangkitan dalam permintaan tersirat untuk bensin dan sulingan, serta operasional kilang yang lebih rendah, telah mendorong penarikan persediaan untuk keduanya," kata Direktur Penelitian Komoditas ClipperData Matt Smith.
 
Minyak telah naik 45 persen tahun ini, dibantu oleh pemulihan permintaan dan pembatasan pasokan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+.
 
OPEC+ setuju untuk meningkatkan pasokan sebesar 400 ribu barel per hari mulai Agustus, melepaskan lebih banyak pengurangan pasokan tahun lalu, tetapi ini dipandang terlalu rendah oleh beberapa analis mengingat kebangkitan dalam permintaan yang diperkirakan tahun ini.
 
Pemulihan ekonomi AS tetap di jalurnya meskipun ada peningkatan infeksi covid-19. Federal Reserve mengatakan dalam pernyataan kebijakan baru yang tetap optimis dan mengisyaratkan pembicaraan sedang berlangsung seputar penarikan dukungan kebijakan moneter. Bank sentral membiarkan suku bunga di 0 persen.
 
Namun, meningkatnya jumlah kasus covid-19 di seluruh dunia, meskipun ada program vaksinasi, telah membatasi keuntungan minyak dan tetap menjadi perhatian.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif