India. Foto : AFP.
India. Foto : AFP.

Meskipun Naik, Manufaktur India Masih Terkontraksi

Ekonomi india
Arif Wicaksono • 02 Juli 2020 11:22
Mumbai: Manufaktur India masih mengalami kontraksi pada Juni karena permintaan yang lebih rendah, dipicu oleh lockdown karena covid-19. Serta sesuai dengan paparan Indeks Manajer Pembelian Manufaktur (PMI) Manufaktur, yang disusun oleh IHS Markit.
 
Kenaikan Indeks PMI berada pada level 47,2 pada Juni atau naik dari 30,8 pada Mei sebelumnya, tetap membuat PMI masih di bawah tanda 50 poin yang menunjukkan masih adanya kontraksi.
 
"Sektor manufaktur India bergerak menuju stabilisasi pada Juni, dengan output dan pesanan baru berkontraksi pada tingkat yang jauh lebih lembut daripada yang terlihat pada April dan Mei. Namun, lonjakan baru-baru ini dalam kasus virus korona baru dan lockdown membuat permintaan terus melemah," kata Eliot Kerr, ekonom di IHS Markit, penyedia informasi global yang berbasis di London dikutip dari Xinhua, Kamis, 2 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Permintaan produk manufaktur agak tertekan di pasar internasional, dengan pesanan ekspor baru turun untuk bulan keempat berturut-turut. Hal ini membuat perusahaan India terus memangkas aktivitas pembelian mereka karena virus korona menyebabkan menghambat produksi. India memiliki 220.114 kasus covid-19 aktif dengan 17.400 kematian yang dilaporkan sejauh ini.
 
"Jika jumlah kasus terus meningkat pada kecepatan mereka saat ini, perpanjangan penguncian lebih lanjut dapat diberlakukan, yang kemungkinan akan menggagalkan pemulihan dalam kondisi ekonomi dan memperpanjang kesengsaraan dari mereka yang paling terkena dampak krisis ini," kata Kerr.

 

(SAW)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif