Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG
Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG

Emas Dunia Kinclong di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Ekonomi Virus Korona Harga Emas ekonomi dunia
Angga Bratadharma • 27 Oktober 2020 07:47
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena kasus covid-19 naik drastis di seluruh dunia. Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember naik USD0,5 atau 0,03 persen menjadi USD1.905,7 per ons.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 27 Oktober 2020, perak untuk pengiriman Desember turun 25,5 sen atau 1,03 persen menjadi USD24,42 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari turun sebanyak USD29,3 atau 3,23 persen menjadi USD877,4 per ons.
 
Kasus covid-19 baru di Uni Eropa mencapai lebih dari 120 ribu per hari, dan jumlah kasus covid-19 di Amerika Serikat (AS) juga meningkat dengan cepat. Merespons kondisi itu, pasar saham dunia turun yang imbasnya mendukung kenaikan emas. Namun demikian, dolar AS yang lebih kuat membatasi kenaikan emas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Emas menemukan dukungan tambahan karena laporan yang dirilis oleh Chicago Federal Reserve menyatakan indeks aktivitas nasional turun menjadi 0,27 pada September, ketimbang pembacaan 1,11 pada Agustus. Para analis mencatat ini adalah berita buruk bagi ekonomi karena gelombang ketiga pandemi covid-19 yang melanda Eropa belum sepenuhnya tiba di AS.
 
Di sisi lain, indeks utama di bursa saham ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena lonjakan lanjutan dalam kasus covid-19 di AS mengguncang pasar modal.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 650,19 poin atau 2,29 persen menjadi 27.685,38. Sedangkan S&P 500 turun 64,42 poin atau 1,86 persen, menjadi 3.400,97. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 189,34 poin atau 1,64 persen menjadi 11.358,94.
 
Aksi jual pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) menghapus semua kenaikan indeks saham di kelompok saham unggulan untuk Oktober. Semua 11 sektor utama di S&P 500 mundur, dengan sektor energi turun 3,47 persen, memimpin penurunan.
 
Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 17,82 persen menjadi 32,46. Kondisi itu terjadi setelah kasus covid-19 terus melonjak pada tingkat rekor di Amerika Serikat.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram. Untuk pekan yang berakhir Jumat, Dow kehilangan satu persen, S&P 500 turun 0,5 persen, dan Nasdaq turun 1,1 persen.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif