OPEC. Foto : AFP.
OPEC. Foto : AFP.

Anggota OPEC Kompromikan Pasokan Minyak

Ekonomi Minyak Mentah OPEC
Arif Wicaksono • 30 November 2020 17:24
New York: Para pemimpin kartel OPEC bertemu secara virtual untuk kembali memutuskan berapa banyak minyak yang harus diproduksi oleh anggotanya karena lockdown di banyak negara terkait dengan virus corona terus menekan permintaan minyak mentah.
 
Mereka diharapkan untuk memperpanjang pengurangan produksi hingga tahun baru, dalam upaya untuk meningkatkan harga minyak yang tidak stabil.
 
Negara-negara OPEC, yang dipimpin oleh Arab Saudi, akan bertemu hari ini. Grup tersebut harus mencapai kesepakatan di antara negara-negara anggotanya dan anggota tambahan dalam grup yang dikenal sebagai OPEC Plus, yang dipimpin oleh Rusia. Anggota kelompok OPEC Plus akan bertemu pada Selasa, 1 Desember 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sulit untuk memprediksi berapa banyak minyak yang dibutuhkan dunia dengan kasus virus corona yang melonjak di seluruh dunia. Industri minyak telah melihat beberapa tanda-tanda harapan, dengan beberapa perusahaan obat melaporkan hasil yang menjanjikan dari uji coba vaksin virus korona.
 
Tetapi beberapa ahli memperingatkan bahwa permintaan minyak mungkin tidak akan pernah pulih sepenuhnya, karena pembatasan perjalanan akibat virus korona, dikombinasikan dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah dan perusahaan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk memerangi pemanasan global yang mungkin telah mengurangi permintaan minyak secara permanen.
 
Ditambah, koalisi negara-negara penghasil minyak telah membatasi produksinya selama berbulan-bulan, membebani anggotanya.
 
"Semakin lama perjanjian ini berlangsung, semakin sulit untuk mempertahankannya," kata Direktur Pelaksana di Clearview Energy Partners Jacques Rousseau, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 30 November 2020.
 
"Ada terlalu banyak godaan bagi negara untuk melebihi target produksi mereka," jelas dia.
 
OPEC dan sekutunya setuju untuk memangkas produksi pada April sekitar 10 juta barel per hari hingga Juli. Kemudian pada Agustus, ketika beberapa kota di seluruh dunia mengambil langkah untuk membuka kembali ekonomi mereka, grup tersebut menaikkan produksinya sehingga memotong 7,7 juta barel per hari hingga akhir tahun. Mereka berencana meningkatkan produksi pada Januari sehingga pemotongan hanya menjadi enam juta barel per hari.
 
Tetapi para ahli memperkirakan kelompok itu akan melanjutkan pemotongan sekitar 7,7 juta barel per hari dalam beberapa bulan mendatang. Menteri energi Arab Saudi baru-baru ini menunjukkan kesediaan untuk meninjau kembali perjanjian dan memperpanjang pemotongan.
 
"Negara lain yang ingin berproduksi lebih banyak, seperti Uni Emirat Arab atau Irak, dapat menimbulkan konflik dalam pertemuan tersebut," kata Rousseau.
 
Libya, yang dibebaskan dari pemotongan karena ketidakstabilan di negara itu, telah meningkatkan produksi menjadi sekitar satu juta barel per hari, naik dari yang terendah hanya 100 ribu barel selama musim semi dan musim panas.
 
Peramal energi di seluruh dunia, termasuk yang dipekerjakan oleh OPEC, telah menurunkan perkiraan mereka tentang berapa banyak minyak yang akan dibutuhkan. Salah satu alasannya: perjalanan maskapai, terutama untuk perjalanan internasional jarak jauh, telah berkurang secara dramatis, dan diperkirakan tidak akan pulih selama beberapa tahun.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif