Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Penguatan Saham Teknologi Kerek Bursa Saham AS

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 27 Agustus 2020 07:46
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), didorong oleh reli yang kuat di saham teknologi. Meski demikian, masih melonjaknya kasus infeksi covid-19 memberikan tekanan tersendiri terhadap pergerakan bursa saham Wall Street.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 27 Agustus 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 83,48 poin atau 0,3 persen menjadi 28.331,92. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 35,11 poin atau 1,02 persen menjadi 3.478,73. Kemudian indeks Komposit Nasdaq melonjak 198,59 poin atau 1,73 persen menjadi 11.665,06.
 
Saham raksasa teknologi AS, atau yang disebut grup FAANG yakni Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi. Saham Salesforce melonjak 26 persen setelah perusahaan perangkat lunak AS melaporkan pendapatan kuartal kedua yang lebih baik dari yang diperkirakan dan mengeluarkan prospek optimistis untuk tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan layanan komunikasi dan teknologi masing-masing naik 3,71 persen dan 2,05 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor energi merosot sebanyak 2,23 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan delapan dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve Jerome Powell akan menyampaikan pidato pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole tentang tinjauan kerangka kebijakan moneter bank sentral AS. Investor akan fokus pada komentar Fed tentang ekonomi, inflasi, dan mencari petunjuk tentang stimulus lebih lanjut, catat para ahli.
 
"Sementara kami memperkirakan the Fed menghindar dari langkah-langkah pelonggaran yang lebih radikal, seperti kontrol eksplisit pada imbal hasil obligasi pemerintah. Kami yakin Powell kemungkinan akan menguraikan langkah-langkah dovish lainnya," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele.
 
"Ini dapat mencakup pergerakan ke arah penargetan rata-rata inflasi, memberikan bank sentral lebih banyak kelonggaran untuk memungkinkan inflasi melampaui target dua persen sambil mempertahankan suku bunga dipatok mendekati nol persen," tambah Haefele.
 
Di sisi data, pesanan barang tahan lama AS melonjak 11,2 persen pada Juli setelah naik 7,7 persen di bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan melaporkan. Sedangkan ekonom mengharapkan pesanan barang tahan lama naik 4,3 persen.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif