Maskapai. Foto : MI.
Maskapai. Foto : MI.

Jaringan 5G Bikin Petaka Penerbangan AS

Ekonomi Amerika Serikat Penerbangan telekomunikasi
Antara • 18 Januari 2022 12:00
Washington: Sejumlah maskapai penerbangan besar Amerika Serikat memperingatkan bahwa bencana penerbangan bakal terjadi kurang dari 36 jam setelah AT&T dan Verizon mulai menerapkan layanan baru 5G.
 
Mereka mengingatkan bahwa layanan C-Band 5G itu bisa menyebabkan banyak pesawat berbadan lebar tak bisa digunakan sehingga berpotensi menelantarkan puluhan ribu orang Amerika di luar negeri dan menyebabkan kekacauan bagi penerbangan AS.
 
"Kecuali hub-hub utama kami diizinkan beroperasi, sebagian besar penumpang dan pengiriman akan tidak bisa diterbangkan," tulis Kepala Eksekutif American Airlines , Delta Air Lines, United Airlines, Southwest Airlines dan maskapai lainnya dalam sebuah surat dikutip dari Antara, Selasa, 18 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badan Penerbangan Federal AS (FAA) telah memperingatkan potensi gangguan yang dapat mempengaruhi instrumen sensitif pesawat seperti altimeter dan secara signifikan menghambat pengoperasian dengan visibilitas rendah.
 
"Artinya, pada hari seperti kemarin, lebih dari 1.1000 penerbangan dan 100 ribu penumpang akan mengalami pembatalan, pengalihan atau penundaan," tulis surat itu.
 
Maskapai-maskapai mempertimbangkan apakah akan mulai membatalkan sejumlah penerbangan internasional yang dijadwalkan tiba di AS pada Rabu.
 
"Dengan pembatasan di bandara-bandara tertentu, industri transportasi bersiap menghadapi sejumlah gangguan pelayanan. Kami yakin bisa bekerja sama dengan industri dan pemerintah untuk menemukan solusi yang secara aman memitigasi sebanyak mungkin dampak terhadap jadwal," kata produsen pesawat Boeing pada Senin.
 
Tindakan mendesak diperlukan, kata para maskapai dalam surat itu, yang juga diteken oleh UPS Airlines, Alaska Air, Atlas Air, JetBlue Airways dan FedEx Express.
 
"Terus terang, perdagangan negara ini akan terhenti," kata mereka.
 
Surat itu ditujukan kepada direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Brian Deese, Menteri Transportasi Pete Buttigieg, Kepala FAA Steve Dickson dan Ketua Komisi Komunikasi Federal (FCC) Jessica Rosenworcel.
 
Airlines for America, kelompok yang membuat surat tersebut, menolak berkomentar. Badan-badan pemerintah juga belum memberikan tanggapan.
 
AT&T dan Verizon memenangi hampir semua spektrum C-Band dalam lelang senilai USD80 miliar (Rp1,1 kuadriliun) tahun lalu.
 
Pada 3 Januari mereka menyepakati zona-zona netral di sekitar 50 bandara untuk mengurangi risiko gangguan dan mengambil langkah lain untuk menekan potensi gangguan selama enam bulan.
 
Mereka juga sepakat untuk menunda layanan 5G selama dua pekan hingga Rabu, yang mencegah ancaman keselamatan penerbangan untuk sementara, setelah layanan itu sebelumnya ditangguhkan selama 30 hari.
 
Para pemimpin maskapai besar dan kepala eksekutif Boeing Dave Calhoun melakukan pembicaraan yang cukup lama dengan Buttigieg dan Dickson untuk mengingatkan ancaman krisis. Maskapai meminta 5G diterapkan diluar radius sekitar 3,2 km dari landasan pacu di sejumlah bandara.
 
"Intervensi mendesak diperlukan untuk mencegah gangguan operasional yang signifikan pada penumpang pesawat, pengirim barang, rantai pasokan dan kiriman pasokan medis yang diperlukan," kata mereka.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif