Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Bank Sentral Australia Belum Berencana Naikkan Suku Bunga di 2022

Ekonomi suku bunga Australia Bank Sentral
Angga Bratadharma • 17 Desember 2021 14:04
Sydney: Bank sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) masih berpikir bahwa suku bunga tidak perlu naik pada 2022. Akan tetapi, terbuka untuk mengakhiri pembelian obligasi pada awal Februari tahun depan jika pemulihan ekonomi lebih cepat dari yang diperkirakan saat ini.
 
Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe mengatakan penyebaran varian Omicron adalah risiko penurunan. Tetapi, dia memperkirakan, ekonomi akan mengatasi sebagian hambatan apapun berkat peningkatan besar-besaran dalam tabungan rumah tangga.
 
Lowe mengulangi RBA tidak akan menaikkan suku bunga sampai inflasi berkelanjutan dalam kisaran target 2-3 persen. "Dalam skenario pusat kami, syarat kenaikan suku bunga tahun depan tidak akan terpenuhi. Kemungkinan perlu waktu memenuhi kondisi itu dan Dewan siap untuk bersabar," tuturnya, dilansir dari The Business Times, Jumat, 17 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lowe mengatakan Dewan RBA telah membahas opsi untuk pembelian obligasi, atau pelonggaran kuantitatif, yang saat ini mencapai empat miliar dolar Australia per minggu dan akan ditinjau pada pertemuan kebijakan 1 Februari.
 
Opsi pertama adalah mengurangi pembelian, dengan harapan akan berakhir pada Mei. Yang kedua adalah mengurangi lebih jauh dan kemudian meninjau kembali situasinya di Mei. Ketiga adalah menghentikan pembelian obligasi sama sekali pada Februari.
 
Lowe mengatakan opsi pertama secara luas konsisten dengan perkiraan RBA untuk lapangan kerja dan inflasi. "Jika kemajuan yang lebih baik dari perkiraan menuju tujuan dewan dibuat, maka kasus untuk menghentikan pembelian obligasi pada Februari akan lebih kuat," katanya.
 
"Atau, jika kemajuan lebih lambat dari yang diharapkan, atau jika prospek menjadi lebih tidak pasti, ada alasan untuk mempertahankan fleksibilitas dan meninjau lagi pada Mei akan lebih kuat," tuturnya.
 
Sebagian besar analis umumnya berasumsi RBA akan mengurangi separuh pembelian obligasi pada Februari dan berakhir di Mei. Lowe mengatakan keputusan pengurangan tergantung pada data yang akan datang tentang pekerjaan dan inflasi, dan pada kekuatan belanja konsumen selama musim panas.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif