NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG
Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG

Harga Emas Dunia Anjlok USD47,9/Ons

Ekonomi harga emas ekonomi dunia
Antara • 19 Maret 2020 07:30
Chicago: Harga emas dunia kembali jatuh pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Hal itu karena investor melepas kepemilikan emas untuk mengumpulkan uang tunai setelah langkah-langkah stimulus tambahan oleh Amerika Serikat gagal menenangkan pasar yang terpukul oleh meningkatnya kekhawatiran atas penurunan ekonomi akibat covid-19.
 
Mengutip Antara, Kamis, 19 Maret 2020, kontrak emas paling aktif di Bursa Comex untuk pengiriman April jatuh USD47,9 atau 3,1 persen menjadi USD1.477,9 per ons. Emas berjangka sempat melonjak USD39,3 atau 2,64 persen menjadi USD1.525,8 pada sesi sebelumnya.
 
Di pasar spot, emas merosot 2,7 persen menjadi diperdagangkan di USD1.486,82 per ons pada pukul 14.28 waktu setempat (18.28 GMT).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Emas terus menderita dari kepanikan penghindaran risiko (risk off) di pasar, diperdagangkan kembali di bawah level psikologis USD1.500 ketika S&P berjangka menyerahkan keuntungan yang didorong oleh stimulus," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Logam Mulia BMO Tai Wong.
 
"Likuiditas di sini, seperti di sebagian besar pasar, sangat terganggu dan kami perkirakan akan melihat volatilitas yang berkelanjutan, perubahan yang didorong oleh sentimen," tambahnya.
 
Meskipun sebagian besar analis percaya bahwa tekanan pada emas adalah karena aksi ambil untung dan penghimpunan uang tunai oleh lembaga-lembaga perdagangan ekuitas, beberapa analis memperingatkan bahwa penurunan harga emas bisa menjadi sinyal deflasi, yang mengindikasikan awal dari kemungkinan resesi.
 
Pembuat kebijakan AS telah mengindikasikan kemungkinan negara itu memasuki resesi karena covid-19. Indeks utama Wall Street merosot dan harga minyak terus berlanjut meluncur karena selera investor terhadap aset berisiko tetap lemah di tengah tanda-tanda kerusakan akibat virus korona yang meningkat pada ekonomi global.
 
Lebih lanjut membebani emas, indeks dolar melonjak mendekati tertinggi dalam tiga tahun. Virus, yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 205 ribu orang dan menewaskan lebih dari 8.200 di seluruh dunia, telah mendatangkan malapetaka di pasar global, ketika negara-negara di seluruh dunia masuk ke kuncian untuk mengendalikan penyebaran.
 
Fed mengatakan akan mengembalikan fasilitas pendanaan yang digunakan selama krisis keuangan 2008 untuk mendapatkan kredit langsung ke bisnis dan rumah tangga karena kekhawatiran krisis likuiditas akibat virus. Pemerintahan Trump meminta Kongres menyetujui USD500 miliar pembayaran tunai kepada pembayar pajak dalam dua putaran yang akan dimulai 6 April.
 
"Emas akan tetap stabil selama beberapa sesi berikutnya saat investor menunggu untuk melihat apakah pemerintah Trump mampu dengan cepat meloloskan rencana stimulus besar-besaran," kata Edward Moya, seorang analis pasar senior di broker OANDA, dalam sebuah catatan.
 
Harga emas telah anjlok lebih dari 12 persen atau lebih dari USD200 sejak melonjak melewati USD1.700 per ons minggu lalu, karena investor melepas emas untuk mendapatkan uang tunai guna memenuhi sebagai imbalan uang tunai dan untuk memenuhi margin calls (kerugian) di aset-aset lainnya.
 
Logam mulai lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun sebanyak 72,3 sen atau 5,79 persen menjadi USD11,772 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April jatuh sebanyak USD60,3 atau 9,06 persen menjadi USD605 per ons.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif