Foto: AFP.
Foto: AFP.

Reli Terhenti, Pesona Emas Dunia Meredup

Ekonomi Harga Emas
Antara • 10 Juli 2020 07:45
Chicago: Harga emas dunia turun pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena aksi ambil untung setelah menguat selama tiga hari berturut-turut. Serta investor beralih memburu mata uang aman greenback dalam menghadapi rekor kasus virus korona di Amerika Serikat.
 
Mengutip Antara, Jumat, 10 Juli 2020, harga kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun USD16,8 atau 0,92 persen menjadi USD1.803,80 per ons. Sehari sebelumnya, emas berjangka menguat USD10,7 atau 0,59 persen menjadi USD1.820,60 per ons, tertinggi dalam hampir sembilan tahun.
 
Emas berjangka juga terangkat USD16,4 atau 0,91 persen menjadi USD1.809,90 per ons pada Selasa, 7 Juli, setelah naik USD3,5 atau 0,2 persen menjadi USD1.793,50 per ons pada Senin, 6 Juli. Menyusul penurunan USD2,70 atau 0,15 persen menjadi USD1.787,30 per ons pada akhir pekan lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun sebanyak 19,9 sen atau 1,04 persen menjadi USD18,962 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober turun sebanyak USD37,1 atau 4,2 persen menjadi menetap pada USD846,9 per ons.
 
"Emas telah sedikit overbought setelah melampaui level USD1.800 dan sekarang kita melihat beberapa investor melakukan aksi jual. Dolar juga sedikit naik, sehingga membebani emas juga. Tetapi tidak ada alasan fundamental untuk kemundurannya," kata Analis ED&F Man Capital Markets Edward Meir.
 
Di sisi lain mata uang dolar menguat dari level terendah dalam empat minggu karena saham AS jatuh. Ini akibat sentimen pasar berubah hati-hati ketika Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi pada kasus baru virus korona.
 
Pejabat Federal Reserve AS mengangkat keraguan baru tentang daya tahan pemulihan AS, sementara survei bisnis baru menyoroti risiko yang berkembang dari pandemi virus korona tanpa henti.
 
"Emas sebesar USD1.800 tetap merupakan level resistensi psikologis yang kuat. Meskipun bullish telah menembus level ini seperti pisau panas melalui mentega, pelemahan di bawah titik ini dapat memicu penurunan kembali ke USD1,76," kata analis FXTM Lukman Otunuga.
 
"Jika USD1.800 terbukti menjadi dukungan baru yang andal, ini bisa membuka gerbang menuju USD1.820 dan USD1.828," tambahnya.
 
Bank-bank sentral di seluruh dunia telah memangkas suku bunga dalam beberapa bulan terakhir, menyediakan sejumlah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membantu melunakkan pukulan terhadap ekonomi dari pandemi.
 
Stimulus cenderung meningkatkan emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. “Stimulus ini tidak akan segera hilang. Jika kita melihat rantai pasokan global, itu telah secara besar-besaran terganggu dan gangguan itu menambah inflasi juga,” kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities Ryan McKay.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif