Foto: dok MI/Susanto.
Foto: dok MI/Susanto.

Harga Minyak Dunia 'Tenggelam'

Ekonomi Minyak Mentah
Antara • 07 Agustus 2020 08:08
New York: Harga minyak dunia turun di bawah pencapaian tertinggi selama lima bulan pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Harga minyak jatuh setelah sentimen bearish permintaan bahan bakar menangkal optimisme pengurangan pasokan Irak, sehingga mendorong harga masuk dan keluar dari wilayah positif.
 
Mengutip Antara, Jumat, 7 Agustus 2020, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober turun delapan sen menjadi USD45,09 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun 24 sen menjadi USD41,95 per barel.
 
Di awal perdagangan, Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn mengatakan, pengurangan produksi yang direncanakan Irak telah menopang harga minyak. Tetapi, kemudian tertekan kembali oleh kekhawatiran permintaan akibat perlambatan ekonomi dari pandemi virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua orang sedang menunggu paket bantuan virus korona untuk memberikan peningkatan pada ekonomi," katanya.
 
Irak mengatakan akan melakukan pemotongan tambahan dalam produksi minyaknya sekitar 400 ribu barel per hari pada Agustus untuk mengompensasi kelebihan produksi selama periode lalu di bawah pakta pengurangan pasokan OPEC.
 
Kedua acuan minyak naik ke level tertinggi sejak 6 Maret di sesi sebelumnya setelah pemerintah AS melaporkan penurunan stok minyak mentah yang jauh lebih besar dari perkiraan. Dolar AS yang lebih lemah juga mendukung harga minyak karena membuat minyak yang dinilai dalam dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
 
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama mencatat penurunan persentase bulanan terbesar dalam satu dekade pada Juli. Sebuah jajak pendapat memprediksikan harga akan terus jatuh hingga tahun depan. Namun, indeks dolar AS naik sekitar 0,1 persen pada Kamis, 6 Agustus, setelah jatuh selama dua sesi.
 
Investor minyak juga tetap waspada terhadap peningkatan persediaan produk olahan AS ketika para gubernur bank sentral AS mengatakan kebangkitan kasus virus korona memperlambat pemulihan ekonomi di konsumen minyak terbesar dunia itu.
 
"Dalam jangka menengah, permintaan yang lemah kemungkinan akan lebih banyak membebani daripada sentimen positif (mendukung), itulah sebabnya kami memperkirakan harga akan terkoreksi dalam waktu dekat," kata Analis Commerzbank Eugen Weinberg.
 
JPMorgan memangkas perkiraan permintaan minyak untuk paruh kedua tahun ini sebesar 1,5 juta barel per hari, tetapi menaikkan perkiraan harga rata-rata Brent untuk sepanjang tahun menjadi USD42 per barel dari USD40.
 
Raksasa minyak negara Arab Saudi Aramco memangkas harga jual resmi (OSP) September untuk minyak mentah ringan bagi pengiriman ke Asia, sebesar 30 sen per barel mulai Agustus, dan membiarkan harga ke AS tidak berubah dari bulan sebelumnya.
 
"Kebijakan tersebut secara singkat memberikan kekuatan ke pasar, memadamkan kekhawatiran sebelumnya bahwa produsen akan memangkas harga, memicu perang harga lainnya," kata Direktur Energy Futures Mizuho Bob Yawger di New York.
 
(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif