Foto: AFP.
Foto: AFP.

Emas Dunia Tembus USD2 Ribu/Ons untuk Pertama Kali

Ekonomi Harga Emas
Antara • 05 Agustus 2020 07:53
Chicago: Harga emas melonjak dan menembus level psikologis USD2.000 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan emas karena suku bunga rendah. Serta harapan lebih banyak stimulus AS untuk melindungi ekonomi yang terpukul covid-19 untuk meningkatkan daya tarik safe haven emas.
 
Mengutip Antara, Rabu, 5 Agustus 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange melonjak USD34,7 atau 1,75 persen menjadi USD2.021 per ons. Emas berjangka naik tipis USD0,4 atau 0,02 persen menjadi USD1.986,3 per ons sehari sebelumnya.
 
Emas berjangka menguat USD19,1 atau 0,97 persen menjadi USD1.985,90 pada akhir pekan lalu. Sebelumnya sempat merosot USD11,1 atau 0,57 persen menjadi USD1.942,30 pada Kamis, 30 Juli. Serta naik sebanyak USD8,8 atau 0,45 persen menjadi USD1.953,40 pada Rabu, 29 Juli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara logam mulia lainnya juga mengikuti, dengan perak untuk pengiriman September naik USD1,611 atau 6,6 persen menjadi USD26,028 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober naik USD24,1 atau 2,59 persen menjadi USD955,2 per ons.
 
"Pembelian safe haven telah mendorong harga emas menembus USD2.000 untuk pertama kalinya ketika dolar AS menguji posisi terendah yang terakhir terlihat lebih dari dua tahun lalu, suku bunga riil negatif turun ke level yang terakhir terlihat pada 2013, dan harapan untuk paket stimulus lebih lanjut terus menguat," kata analis Standard Chartered Suki Cooper.
 
Mengingat seberapa cepat harga telah reli, lanjut Cooper, risiko kemunduran sementara telah meningkat. "Keseimbangan risiko masih cenderung menguat, mengingat latar belakang makro ekonomi tetap sangat menguntungkan," tuturnya.
 
AnggotaDemokrat terkemuka di Senat AS menuturkan pembicaraan antara Gedung Putih dan para pemimpin Demokrat di Kongres AS akhirnya bergerak ke arah yang benar ketika mereka mencoba mencapai kesepakatan mengenai RUU bantuan besar virus korona.
 
Kepala perdagangan derivatif logam mulia dan logam dasar di BMOTai Wong mengatakan konfirmasi telah ada perkembangan dalam negosiasi dengan Partai Republik mengenai dukungan covid-19 yang baru, telah mendorong harga emas kembali ke level tertinggi baru-baru ini.
 
Harga emas telah melonjak 33 persen sepanjang tahun ini, terutama didukungoleh suku bunga yang lebih rendah dan stimulus luas oleh bank-bank sentral global untuk meringankan pukulan ekonomi dari pandemi. Menurut Analis Pasar Senior Broker OANDA Edward Moya harga emas dapat naik menuju level USD2.300 pada akhir tahun.
 
"Pasar surat utang memberi sinyal kuat bahwa lingkungan suku bunga yang lebih rendah ini akan tetap ada. Dalam dekade terakhir, surat utang selalu lebih unggul daripada emas, tetapi saat ini bukan itu masalahnya, kita akan melihat fokus utama investor adalah pada emas," ucapnya.
 
(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif