Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP
Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP

Indeks Dow Jones-S&P Kompak Menguat

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 12 September 2020 07:55
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah perdagangan berombak karena sektor teknologi terus berjuang untuk menguat. Di sisi lain, kasus infeksi covid-19 masih menjadi kekhawatiran karena angkanya terus naik.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 12 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 131,06 poin atau 0,48 persen menjadi 27.665,64. Kemudian S&P 500 naik sebanyak 1,78 poin atau 0,05 persen menjadi 3.340,97. Indeks Komposit Nasdaq turun 66,05 poin atau 0,60 persen menjadi 10.853,55.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan industri dan material masing-masing naik 1,39 persen dan 1,31 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor teknologi merosot 0,75 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Di sisi data, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan
Indeks Harga Konsumen AS naik 0,4 persen pada Agustus setelah naik 0,6 persen pada Juli.
 
Ekonom yang disurvei MarketWatch memperkirakan kenaikan 0,3 persen. Indeks semua item naik 1,3 persen selama 12 bulan yang berakhir Agustus, mencerminkan bahwa inflasi secara keseluruhan tetap cukup rendah.
 
Sementara itu, produsen pakaian olahraga Under Armour akan memangkas sekitar 600 karyawan dari tenaga kerja globalnya dengan alasan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi virus korona terhadap bisnisnya.
 
Perusahaan memperkirakan akan dikenakan biaya sekitar USD235 juta, termasuk hingga USD135 juta untuk pemutusan kontrak dan biaya restrukturisasi lainnya. Perseroan juga menaikkan biaya restrukturisasi tahun ini sebesar USD75 juta dan sekarang diperkirakan sekitar USD550 juta hingga USD600 juta.
 
Under Armour berharap mayoritas sisa biaya restrukturisasi terjadi pada akhir tahun. Pada April, perusahaan mengatakan akan memberhentikan sementara sekitar 600 pekerja di pusat distribusi yang berbasis di AS.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif