Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Terbaik Sejak Pertengahan Juli, Dow Melonjak 454 Poin

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 03 September 2020 07:47
New York: Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Dow melonjak lebih dari 450 poin dan menjadi hari terbaiknya sejak pertengahan Juli. Kondisi ini terjadi meski kasus infeksi covid-19 masih merangkak naik.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 3 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 454,84 poin atau 1,59 persen menjadi 29.100,50. Penguatan itu menandai kenaikan satu hari terbaik sejak 14 Juli. Kondisi tersebut juga merupakan penutupan pertama di atas 29.000 sejak Februari untuk indeks saham unggulan.
 
Sedangkan S&P 500 naik 54,19 poin atau 1,54 persen menjadi 3.580,84. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 116,78 poin atau 0,98 persen menjadi 12.056,44. S&P 500 dan Nasdaq menutup sesi dengan rekor tertinggi, dengan Nasdaq yang padat teknologi melampaui level ambang batas 12.000 untuk pertama kalinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor utilitas dan material masing-masing naik 3,12 persen dan 2,28 persen. Sedangkan sektor energi merosot sebanyak 0,42 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.
 
Pergerakan itu terjadi meskipun data menunjukkan perusahaan AS menambahkan lebih sedikit pekerjaan dari yang diharapkan bulan lalu. Perusahaan data penggajian Automatic Data Processing (ADP) melaporkan perusahaan sektor swasta AS menambahkan 428 ribu pekerjaan pada Agustus.
 
Ekonom Wall Street telah memperkirakan peningkatan satu juta pekerjaan sektor swasta, ungkap Econoday. "Posting pekerjaan di Agustus menunjukkan pemulihan yang lambat. Bisnis di semua ukuran dan sektor belum mendekati tingkat pekerjaan sebelum covid-19," kata Wakil Presiden dan Wakil Kepala ADP Research Institute Ahu Yildirmaz.
 
Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan enam dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Di sisi lain, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengumumkan bank sentral Amerika Serikat akan berusaha mencapai inflasi rata-rata dua persen dari waktu ke waktu. Langkah itu merupakan strategi kebijakan baru yang kemungkinan menjaga suku bunga jangka pendek mendekati nol persen selama bertahun-tahun.
 
"Menyusul periode ketika inflasi telah berjalan di bawah dua persen, kebijakan moneter yang sesuai kemungkinan akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas dua persen untuk beberapa waktu," kata Powell.
 
"Pendekatan kami dapat dipandang sebagai bentuk fleksibilitas dari penargetan inflasi rata-rata. Keputusan kami tentang kebijakan moneter yang tepat akan terus mencerminkan berbagai pertimbangan dan tidak akan ditentukan oleh formula apapun," tambahnya, dalam sambutannya pada konferensi penelitian tahunan Jackson Hole di Kansas City Fed.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif