Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP
Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP

Negosiasi Stimulus Covid-19 Berlanjut, Dow Jones Anjlok 410 Poin

Ekonomi Wall Street ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 20 Oktober 2020 07:32
New York: Indeks rata-rata saham utama Wall Street ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena investor melihat ada perkembangan dari kesepakatan stimulus tambahan covid-19 di Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 20 Oktober 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 410,89 poin atau 1,44 persen menjadi 28.195,42. Kemudian S&P 500 turun 56,89 poin atau 1,63 persen menjadi 3.426,92. Indeks Komposit Nasdaq turun 192,67 poin atau 1,65 persen menjadi 11.478,88. Semua 11 sektor utama di S&P 500 melemah, dengan sektor energi turun 2,1 persen.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan Gedung Putih dan anggota parlemen kongres harus mencapai kesepakatan dalam 48 jam jika mereka ingin mengesahkan paket bantuan covid-19 baru sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) pada November.
 
Demokrat dan Republik telah mencoba selama berminggu-minggu untuk mencapai kesepakatan terkait paket bantuan baru covid-19 guna memerangi efek ekonomi negatif yang disebabkan pandemi covid-19. Namun kedua belah pihak tetap terpisah dalam masalah tertentu.
 
Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dijadwalkan untuk berbicara lagi Senin sore. Sentimen pasar juga tertekan karena kasus virus iorona terus melonjak. Tentu diharapkan kesepakatan bisa segera tercapai dan ada upaya menekan lonjakan kasus infeksi covid-19.
 
Adapun menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins, kasus covid-19 secara global melampaui tonggak sejarah yakni mencapai 40 juta pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Amerika Serikat melaporkan lebih dari 8,2 juta kasus dan lebih dari 220 ribu kematian, keduanya tertinggi di seluruh dunia.
 
Di sisi lain, defisit anggaran federal Amerika Serikat melonjak ke rekor USD3,1 triliun pada Tahun Fiskal 2020. Pandemi covid-19 telah mendorong stimulus fiskal besar-besaran dan menyebabkan pendapatan pajak turun.
 
Menurut hasil anggaran akhir untuk tahun fiskal 2020 yang dirilis bersama oleh Departemen Keuangan AS dan Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih, defisit anggaran untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 September adalah USD2,1 triliun lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
 
Lonjakan defisit mencerminkan efek covid-19 pada ekonomi dan undang-undang untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mendukung industri, bisnis, dan individu yang terpukul paling parah, termasuk stimulus USD2,2 triliun Coronavirus Aid, Relief, dan Economic Security Act, atau Undang-undang CARES Act, disetujui oleh Kongres pada akhir Maret.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif