Ilustrasi. FOTO: AFP/MANDEL NGAN
Ilustrasi. FOTO: AFP/MANDEL NGAN

Survei: Fed Bakal Tunggu hingga 2023 untuk Naikkan Suku Bunga

Ekonomi suku bunga Ekonomi Amerika The Fed
Angga Bratadharma • 21 Oktober 2021 08:36
Bengaluru: Mayoritas ekonom dalam jajak pendapat menunjukkan Federal Reserve akan menunggu hingga 2023 sebelum menaikkan suku bunga acuan. Sedangkan tingkat risiko yang lebih besar bagi ekonomi Amerika Serikat (AS) adalah tingkat inflasi yang terus meningkat selama beberapa tahun mendatang.
 
Sementara itu, setengah dari anggota komite penetapan kebijakan bank sentral AS memproyeksikan bulan lalu bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pinjaman semalam -suku bunga dana federal- tahun depan yang membuat sebagian besar ekonom yang disurvei lebih berhati-hati. Jajak pendapat dilakukan pada 12-18 Oktober.
 
"Kami terus mengharapkan The Fed untuk tetap bersabar. Kami terus memperkirakan tidak ada kenaikan suku bunga acuan hingga akhir 2023, tetapi waktu yang tepat akan sangat bergantung pada bagaimana prospek berkembang seiring lebih banyak data yang dilaporkan," kata Kepala Ahli strategi Makro AS TD Securities Jim O'Sullivan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip Channel News Asia, Kamis, 21 Oktober 2021, sebanyak 40 dari 67 ekonom mengatakan suku bunga acuan akan naik dari level saat ini 0-0,25 persen pada 2023. Sisanya 27 ekonom mengharapkan kenaikan suku bunga pada akhir tahun depan.
 
Permintaan konsumen yang terpendam dalam ekonomi yang dibuka kembali meningkatkan tekanan harga pada saat rantai pasokan global, yang terganggu oleh pandemi virus korona, menyebabkan kekurangan persediaan yang meluas. Inflasi yang tinggi menjadi perhatian banyak bank sentral, beberapa di antaranya telah menaikkan suku bunga atau hampir melakukannya.
 
The Fed, pada bagiannya, diperkirakan mengumumkan pada bulan depan bahwa mereka akan mulai mengurangi USD120 miliar dalam pembelian obligasi bulanan yang telah dilakukan untuk membendung dampak ekonomi dari pandemi.
 
Sebanyak 29 dari 37 ekonom yang menanggapi mengatakan risiko waktu kenaikan suku bunga pertama The Fed adalah bahwa itu bisa datang lebih awal dari yang mereka harapkan.
 
"Sayangnya, kami ragu masalah rantai pasokan dan kekurangan pasar tenaga kerja akan diselesaikan dengan cepat, sehingga inflasi akan tetap tinggi hingga 2022. Dengan situasi ini, kami memperkirakan kenaikan suku bunga pada September dan Desember tahun depan," tutup Kepala Ekonom Internasional ING James Knightley.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif