Ilustrasi. FOTO: TED ALJIBE/AFP
Ilustrasi. FOTO: TED ALJIBE/AFP

Kurs Dolar AS Unjuk Kekuatan

Ekonomi Ekonomi Amerika Dolar AS
Angga Bratadharma • 12 Januari 2021 09:03
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,38 persen menjadi 90,4600.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 12 Januari 2021, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2163 dari USD1,2212 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3524 dari USD1,3560 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7708 dibandingkan dengan USD0,7747.
 
Sedangkan dolar AS dibeli 104,15 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 103,93 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8894 franc Swiss dibandingkan dengan 0,8865 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2775 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2711 dolar Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imbal hasil obligasi AS telah menguat baru-baru ini dengan imbal hasil bertenor 10-tahun naik di atas 1,1 persen pada Senin waktu setempat, di tengah ekspektasi stimulus fiskal lebih lanjut di bawah pemerintahan Biden dan Kongres. Namun, analis memperkirakan greenback melemah selama prospek pemulihan global tetap menjadi fokus.
 
"Pemulihan ekonomi yang lebih luas akan meningkatkan prospek mata uang prosiklikal lebih banyak dan mengarah pada penurunan yang sesuai dalam permintaan untuk aset safe-haven, seperti dolar AS," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), turun dari rekor tertinggi sepanjang masa yang mereka cetak pada minggu sebelumnya. Kasus aktif covid-19 yang terus melonjak masih membayangi gerak bursa Wall Street.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 89,28 poin atau 0,29 persen menjadi 31.008,69. Kemudian S&P 500 melemah sebanyak 25,07 poin atau 0,66 persen menjadi 3.799,61. Indeks Komposit Nasdaq turun 165,54 poin atau 1,25 persen menjadi 13.036,43 poin.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di area merah, dengan sektor kebijakan konsumen dan layanan komunikasi masing-masing turun 1,89 persen dan 1,76 persen, memimpin pelemahan. Sedangkan sektor energi naik sebanyak 1,62 persen, grup dengan kinerja terbaik.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif