Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua
Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua

Wall Street Terseret Pelemahan Saham Teknologi

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 09 September 2020 07:08
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor terus keluar dari sektor teknologi. Ketidakpastian ekonomi di AS seiring dengan terus melonjaknya kasus infeksi covid-19 menjadi salah satu faktornya.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 9 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 632,42 poin atau 2,25 persen menjadi 27.500,89. Sedangkan indeks S&P 500 merosot 95,12 poin atau 2,78 persen menjadi 3.331,84. Indeks Komposit Nasdaq merosot 465,44 poin atau 4,11 persen menjadi 10.847,69.
 
Saham raksasa teknologi AS, atau yang disebut grup FAANG yakni Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet, semuanya ditutup turun secara signifikan. Saham Tesla merosot lebih dari 21 persen, membebani Nasdaq. Indeks teknologi berat mundur 10 persen selama tiga sesi terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semua 11 sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor teknologi turun 4,59 persen, memimpin kerugian. Sedangkan perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah, dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Pergerakan itu terjadi setelah kekalahan sektor teknologi menjadi yang terburuk di Wall Street sejak Maret minggu sebelumnya. Sektor teknologi S&P 500 turun 5,83 persen pada Kamis lalu, mencatat kerugian satu hari terbesar sejak Maret. Kelompok tersebut merosot 1,34 persen lebih lanjut pada Jumat lalu.
 
Untuk pekan yang berakhir Jumat lalu, Dow turun sebanyak 1,8 persen, S&P 500 turun 2,3 persen, dan Nasdaq turun sebanyak 3,3 persen. Pasar keuangan AS ditutup pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), untuk memperingati Hari Buruh.
 
Sementara itu, Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan larangan pada beberapa atau semua produk yang dibuat dengan kapas dari wilayah Xinjiang di Tiongkok atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Pelarangan potensial, yang dapat diumumkan secepatnya, muncul di tengah laporan penggunaan kerja paksa pada minoritas Muslim di Xinjiang.
 
Namun masih tidak jelas apakah itu akan mencakup produk yang mengandung kapas dari Xinjiang yang dikirim dari negara lain. Tetapi wilayah tersebut digunakan oleh merek pakaian global utama sebagai sumber kapas dan tekstil lainnya. Tindakan tersebut akan dikeluarkan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif