Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones
Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones

Tiongkok Jatuhkan Sanksi kepada Pejabat AS atas Masalah Taiwan

Ekonomi Ekonomi Amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 19 Januari 2021 08:14
Singapura: Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengumumkan bahwa Beijing akan menjatuhkan sanksi kepada pejabat Amerika Serikat (AS) yang berperilaku "jahat" atas masalah Taiwan. Kondisi ini membuat hubungan kian memanas mengingat perang dagang masih berlangsung di antara kedua negara.
 
Mengutip CNBC International, Selasa, 19 Januari 2021, keputusan tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying, sebagai tanggapan atas pertanyaan seorang reporter tentang apa yang akan dilakukan Tiongkok dalam menanggapi AS yang mencabut pembatasan pada hubungannya dengan Taiwan.
 
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada awal bulan ini mengumumkan bahwa negaranya tidak akan lagi membatasi kontak antara para pejabatnya dan rekan-rekan Taiwan mereka. Sedangkan Tiongkok mengecam keputusan tersebut dan berjanji untuk melakukan perlawanan kepada AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tiongkok mengklaim Taiwan -pulau yang demokratis dan berpemerintahan sendiri- sebagai wilayahnya yang suatu hari harus dipersatukan kembali dengan Tiongkok daratan. Serta bersikeras bahwa pulau itu tidak memiliki hak untuk berpartisipasi dalam diplomasi internasionalnya sendiri. Namun Partai Komunis Tiongkok tidak pernah memerintah Taiwan.
 
Para ahli telah memperingatkan bahwa Taiwan akan tetap menjadi masalah yang diperdebatkan dalam hubungan bilateral antara AS dan Tiongkok. Pengamat Kevin Rudd mengatakan langkah Pompeo dapat mengubah fondasi utama yang mendukung hubungan AS-Tiongkok.
 
Rudd mengacu pada 'kebijakan satu Tiongkok', prinsip di mana AS dan komunitas internasional mengakui bahwa hanya ada satu pemerintah Tiongkok pusat- di bawah Partai Komunis Tiongkok di Beijing. Kondisi ini pada akhirnya membuat hubungan kedua negara kian tegang, sejalan dengan perang dagang yang masih terus berlangsung.
 
Di sisi lain, Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok meningkat 2,3 persen pada 2020, dengan nominal melebihi 100 triliun yuan (USD15,42 triliun) menjadi 101,5986 triliun yuan. Data Biro Statistik Nasional (NBS) melaporkan laju itu lebih cepat dari kenaikan 0,7 persen dalam tiga kuartal pertama.
 
Pada kuartal keempat 2020, PDB negara itu meningkat 6,5 persen tahun ke tahun, lebih cepat dari pertumbuhan 4,9 persen pada kuartal ketiga dalam periode yang sama. NBS menambahkan bahwa tugas utama pembangunan ekonomi dan sosial telah diselesaikan lebih baik dari yang diharapkan.
 
"Operasi ekonomi negara ini telah pulih secara mantap, dengan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat dijamin secara efektif," pungkas NBS.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif