Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG
Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG

Negosiasi Paket Stimulus Covid-19 Berlanjut, Emas Dunia Merekah

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia vaksin covid-19
Angga Bratadharma • 03 Desember 2020 08:08
Chicago: Harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena pembicaraan stimulus AS terkait bantuan covid-19 dimulai lagi. Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Februari naik USD11,3 atau 0,62 persen menjadi USD1.830,2 per ons.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 3 Desember 2020, perak untuk pengiriman Maret turun satu sen atau 0,04 persen menjadi USD24,08 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik sebanyak USD8,2 atau 0,82 persen menjadi USD1.012,1 per ons.
 
Negosiasi terkait bantuan stimulus AS untuk covid-19 dimulai lagi dan meningkatkan ekspektasi bahwa bantuan stimulus baru dapat memompa uang ke dalam perekonomian. Hal itu juga mengurangi kekhawatiran terhadap bisnis kecil meski akan meningkatkan inflasi. Suasana tersebut mendorong investor ke logam mulia sebagai safe haven.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Emas juga mendapat dukungan karena permintaan pasar untuk emas fisik cenderung meningkat selama periode liburan antara November dan Desember, dan di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat (USD).
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mencerna berita mengenai putaran baru paket stimulus AS terkait bantuan covid-19. Sejauh ini, pandemi covid-19 telah menghantam keras perekonomian AS.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 59,87 poin atau 0,20 persen menjadi 29.883,79. Sedangkan S&P 500 naik 6,56 poin atau 0,18 persen menjadi 3.669,01. Indeks Komposit Nasdaq turun 5,74 poin atau 0,05 persen menjadi 12.349,37.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor energi ditutup menguat 3,15 persen, mengungguli sektor lainnya. Sedangkan sektor material tergelincir sebanyak 1,38 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif