Ilustrasi. FOTO: Xinhua
Ilustrasi. FOTO: Xinhua

Harga Minyak Dunia Bervariasi

Ekonomi Minyak Mentah
Angga Bratadharma • 12 Januari 2021 08:01
New York: Harga minyak berakhir beragam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena kekhawatiran baru atas prospek permintaan bahan bakar membebani pasar. Kasus aktif covid-19 yang terus melonjak memberikan katalis negatif terhadap permintaan dan imbasnya menghantam harga minyak.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 12 Januari 2021, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik satu sen menjadi USD52,25 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Maret turun 33 sen menjadi USD55,66 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
"Kekhawatiran baru tentang permintaan karena jumlah kasus korona baru yang sangat tinggi dan pembatasan mobilitas lebih lanjut, ditambah dolar AS yang lebih kuat, menghasilkan tekanan jual," kata Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg, dalam sebuah catatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins beban kasus covid-19 secara global telah mencapai sekitar 90,7 juta dengan kematian akibat virus mematikan itu melebihi 1,94 juta pada Senin sore. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,38 persen menjadi 90,4600 pada akhir perdagangan Senin waktu setempat.
 
Sedangkan harga minyak dunia naik dalam pekan yang berakhir Jumat lalu dengan patokan minyak mentah AS WTI naik sebanyak 7,7 persen. Kemudian harga minyak mentah Brent menguat sebanyak 8,1 persen.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), turun dari rekor tertinggi sepanjang masa yang mereka cetak pada minggu sebelumnya. Kasus aktif covid-19 yang terus melonjak masih membayangi gerak bursa Wall Street.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 89,28 poin atau 0,29 persen menjadi 31.008,69. Kemudian S&P 500 melemah sebanyak 25,07 poin atau 0,66 persen menjadi 3.799,61. Indeks Komposit Nasdaq turun 165,54 poin atau 1,25 persen menjadi 13.036,43 poin.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan di area merah, dengan sektor kebijakan konsumen dan layanan komunikasi masing-masing turun 1,89 persen dan 1,76 persen, memimpin pelemahan. Sedangkan sektor energi naik sebanyak 1,62 persen, grup dengan kinerja terbaik.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif