Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Reli Berlanjut, Bursa Saham Tiongkok Dibuka di Zona Positif

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Antara • 06 Januari 2021 09:32
Beijing: Saham-saham Tiongkok dibuka sedikit lebih tinggi pada perdagangan Rabu pagi, setelah membukukan kenaikan empat hari berturut-turut. Kenaikan dibantu oleh lonjakan sektor konsumen ketika investor mengharapkan lebih banyak tindakan untuk memacu konsumsi di negara itu di tengah wabah virus korona.
 
Mengutip Antara, Rabu, 6 Januari 2021, indikator utama pasar saham Tiongkok, Indeks Komposit Shanghai dibuka naik tipis 0,06 persen menjadi diperdagangkan pada 3.530,91 poin. Sedangkan Indeks Komponen Shenzhen yang melacak saham-saham di bursa kedua Tiongkok dibuka 0,49 persen lebih tinggi menjadi diperdagangkan pada 15.221,44 poin.
 
Sementara itu indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang atau perusahaan rintisan (start-up) di papan bergaya Nasdaq Tiongkok, dibuka menguat 0,51 persen menjadi diperdagangkan pada 3.113,85 poin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, indeks utama di bursa saham Wall Street ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Para investor kini mengalihkan fokus mereka ke putaran pemilihan Senat di negara bagian Georgia, Amerika Serikat.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 167,71 poin atau 0,55 persen menjadi 30.391,60. Sedangkan S&P 500 menguat sebanyak 26,21 poin atau 0,71 persen menjadi 3.726,86. Kemudian indeks Komposit Nasdaq meningkat 120,51 poin atau 0,95 persen menjadi 12.818,96.
 
Sebanyak 10 dari 11 saham utama S&P 500 berakhir di area hijau, dengan sektor energi naik sebanyak 4,53 persen. Sedangkan sektor real estat kehilangan 0,08 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Pemilihan putaran kedua di Georgia, yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa waktu setempat, akan menentukan partai mana yang memiliki kendali atas Senat AS, yang saat ini dikendalikan oleh Partai Republik.
 
Perlombaan terjadi dua bulan setelah pertarungan pertama kandidat sebagai bagian dari pemilihan pada 3 November 2020, tak satu pun dari mereka mencapai ambang batas 50 persen untuk kemenangan langsung. Hal itu memicu putaran kedua pemungutan suara seperti yang disyaratkan oleh pemilihan negara bagian hukum di Georgia.
 
Banyak ahli telah mencatat pentingnya area Georgia dalam agenda Presiden AS terpilih Joe Biden, yang pada gilirannya berarti penting bagi ekonomi AS. Di sisi data, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan, PMI Manufaktur AS (Indeks Manajer Pembelian) pada Desember tercatat di level 60,7 persen atau naik dari 57,5 persen di November.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif