Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Pernyataan Bos Fed Picu Wall Street Beragam

Ekonomi Wall Street Ekonomi Amerika The Fed
Angga Bratadharma • 24 Februari 2021 07:51
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor mencerna kesaksian Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang prospek ekonomi AS. The Fed berpandangan pemulihan ekonomi AS tidak merata dan jalan ke depan masih sangat tidak pasti.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 24 Februari 2021, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 15,66 poin atau 0,05 persen menjadi 31.537,35. Kemudian indeks S&P 500 naik 4,87 poin atau 0,13 persen menjadi 3.881,37. Lalu indeks Komposit Nasdaq turun 67,85 poin atau 0,50 persen menjadi 13.465,20.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di area hijau, dengan sektor energi menguat sebanyak 1,61 persen, melampaui sisanya. Sedangkan sektor konsumen turun sebanyak 0,49 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada anggota Parlemen bahwa pemulihan ekonomi Amerika Serikat masih tidak merata, jauh dari kata selesai, dan jalan ke depan sangat tidak pasti. Pandemi covid-19 harus terus diperangi dan upaya pemulihan ekonomi perlu terus didorong.
 
"Kebangkitan kasus covid-19, rawat inap, dan kematian dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan kesulitan besar bagi jutaan orang Amerika dan membebani aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," kata Powell, pada dengar pendapat secara virtual di hadapan Komite Perbankan Senat.
 
Memperhatikan bahwa pelemahan terkonsentrasi di sektor-sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh kebangkitan virus, Powell mengatakan, vaksinasi covid-19 yang sedang berlangsung menawarkan harapan untuk kembali ke kondisi yang lebih normal di akhir tahun ini.
 
Namun, lanjutnya, ekonomi tetap jauh dari pekerjaan bank sentral AS dan tujuan inflasi serta dan kemungkinan akan membutuhkan waktu untuk mencapai kemajuan substansial lebih lanjut. "Kami akan terus mengkomunikasikan dengan jelas penilaian kami tentang kemajuan menuju tujuan kami jauh sebelum adanya perubahan dalam kecepatan pembelian," tuturnya.
 
Bank sentral AS bulan lalu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakannya mendekati nol dan melanjutkan program pembelian asetnya setidaknya pada kecepatan saat ini sebesar USD120 miliar per bulan. Langkah itu diambil sampai melihat kemajuan substansial lebih lanjut dalam data pekerjaan dan inflasi.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif