Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP
Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP

Dihantui Lonjakan Covid-19, Bursa Wall Street Ambruk

Ekonomi Virus Korona Wall Street Ekonomi Amerika
Angga Bratadharma • 21 November 2020 07:53
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) tergelincir pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Tekanan menerpa bursa saham Wall Street karena investor semakin khawatir atas kasus infeksi covid-19 yang terus melonjak di negara Paman sam.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 21 November 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 219,75 poin atau 0,75 persen menjadi 29.263,48. Kemudian S&P 500 turun 24,33 poin atau 0,68 persen menjadi 3.557,54. Indeks Komposit Nasdaq turun 49,74 poin atau 0,42 persen menjadi 11.854,97.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor teknologi turun 1,05 persen, memimpin ketertinggalan. Sedangkan sektor utilitas naik 0,05 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan. Investor khawatir bahwa lonjakan kasus virus korona AS yang berkelanjutan dapat mengancam pemulihan ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan enam dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Menurut analisis data CNBC yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat mencatat rekor 187.833 kasus baru pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), mendorong rata-rata tujuh hari infeksi baru setiap hari menjadi 165.029 atau sekitar 24 persen lebih tinggi dari seminggu yang lalu.
 
Amerika Serikat telah melaporkan total 11,8 juta kasus lebih dengan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melebihi 253 ribu pada Jumat sore. Wall Street juga fokus pada ketidaksepakatan antara Departemen Keuangan AS dan the Fed mengenai kelanjutan pendanaan untuk beberapa program darurat yang ditetapkan selama hari-hari awal krisis virus korona.
 
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin meminta Federal Reserve untuk mengakhiri lima fasilitas pinjaman darurat covid-19 dan mengembalikan dana yang tidak terpakai sebesar USD455 miliar. Namun, the Fed ingin melanjutkan semua fasilitas darurat ini.
 
Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan bahwa ekonomi global sedang menghadapi kondisi yang sulit karena covid-19. Menurut lembaga tersebut, negara-negara di dunia harus menghilangkan batasan perdagangan bagi teknologi kesehatan untuk membantu pemulihan.
 
Seruan dari Direktur IMF Kristalina Georgieva awal pekan jelang G20 leaders summit muncul saat negara-negara di dunia tengah menghadapi dampak pandemi covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 1,3 juta orang dan menyebabkan kontraksi tajam pada pertumbuhan.
 
"Sementara solusi medis untuk krisis saat ini sudah di depan mata, jalan bagi sektor ekonomi ke depan tetap sulit dan rawan terhadap kemunduran," pungkas Georgieva.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif