Google. Foto : AFP.
Google. Foto : AFP.

Bisnis Iklan Youtube Melambat, Pendapatan Alphabet di Bawah Prediksi Analis

Ekonomi Youtube Inflasi Emiten Google Wall Street Ekonomi Digital Rusia-Ukraina
Arif Wicaksono • 27 April 2022 15:07
Washington: Induk Google, Alphabet, melaporkan pendapatan kuartal pertama pada tahun ini di bawah ekspektasi karena pendapatan YouTube meleset dari target Wall Street. Serta penjualan iklan secara keseluruhan terimbas perang di Ukraina, rantai pasokan, serta kekhawatiran inflasi.
 
"Perang di Ukraina yang dimulai pada kuartal tersebut memiliki dampak yang sangat besar pada pendapatan YouTube karena perusahaan menghentikan penjualan iklan di Rusia dan pengiklan merek, khususnya di Eropa, menarik kembali belanja iklan," ujar Kepala Keuangan Alphabet Ruth Porat, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 27 April 2022.
 
Dia juga melaporkan pertumbuhan moderat penjualan pengiklan di YouTube. Dia menambahkan, pemotongan biaya diaplikasi untuk mengatasi persaingan telah menghapus keuntungan pendapatan berlangganan YouTube.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan penyedia pencarian dan iklan video terbesar di dunia itu telah menjadi pemenang di bisnis online selama dua tahun terakhir. Tetapi perang Rusia-Ukraina dan perekonomian pasca pandemi memberikan tantangan baru.
 
"Google secara keseluruhan memperoleh satu persen dari penjualannya pada 2021 dari Rusia," kata Porat.
 
Analis mengatakan beberapa pengiklan memikirkan kembali pengeluaran iklan di tengah kenaikan suku bunga, biaya transportasi yang lebih tinggi dan kenaikan produk dari sofa dan mobil hingga susu formula.
 
"Alphabet telah dilihat sebagai salah satu perusahaan yang paling terisolasi di ruang iklan dibandingkan rekan-rekan, tetapi kadang-kadang Anda masih bisa memiliki rumah terbaik di lingkungan terburuk," kata Manajer Portofolio di Aptus Capital Advisors David Wagner.
 
Menurut FactSet, penjualan iklan YouTube sebesar USD6,9 miliar meleset dari target Wall Street sebesar USD7,5 miliar. Akibatnya Alphabet mencatat penjualan kuartal pertama mencapai USD68,01 miliar, 23 persen lebih tinggi dari tahun lalu tetapi di bawah perkiraan rata-rata USD68,1 miliar di antara analis keuangan yang dilacak oleh Refinitiv.
 
Hal ini merupakan penurunan pertama sejak kuartal keempat 2019 sebelum pandemi. Total biaya pengeluaran Alphabet juga meningkat 23 persen. Analis mengatakan penjualan iklan Google sesuai dengan ekspektasi secara keseluruhan, tetapi pertumbuhan iklan YouTube meleset dari yang diharapkan.
 
Penjualan cloud tumbuh lebih lambat dari seperempat yang lalu, dan pendapatan lain-lain Google, yang mencakup penjualan aplikasi, perangkat keras, dan langganan, mencapai USD6,8 miliar, di bawah perkiraan USD7,3 miliar.
 
Menurut Insider Intelligence, Google diperkirakan akan meraih pangsa pasar 29 persen, dari pasar iklan online global senilai USD602 miliar pada 2022, setidaknya selama 12 tahun berturut-turut. Laba kuartalan Google mencapai USD16,44 miliar atau USD24,62 per saham, meleset dari ekspektasi analis sebesar USD25,76 per saham.
 
Google Cloud, unit yang akan menampung Mandiant, meningkatkan pendapatan pada kuartal pertama sebesar 44 persen dibandingkan dengan tahun lalu menjadi USD5,82 miliar.
 
Pekan lalu, Snap Inc memperingatkan inflasi, kekurangan tenaga kerja, dan tantangan ekonomi lainnya dapat menekan pendapatan iklan. Meta Platforms induk Facebook, platform periklanan online terbesar kedua dengan pangsa pasar global diharapkan mencapai 21,4 persen pada 2022.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif