Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Investor Kirim Sinyal tentang Risiko, Dolar AS Menguat

Ekonomi dolar as
Antara • 12 Mei 2020 09:02
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD), yang biasanya berfungsi sebagai investasi safe-haven, menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Bahkan, ketika investor menambahkan risiko pada portofolio mereka, membeli saham AS dan menjual obligasi pemerintah.
 
Mengutip Antara, Selasa, 12 Mei 2020, para investor memiliki ekspektasi risiko yang beragam, dengan peringatan akan adanya gelombang kedua infeksi covid-19 ketika lebih banyak negara mengurangi pembatasan penguncian atau lockdown.
 
Jerman melaporkan bahwa infeksi virus korona baru melaju secara eksponensial setelah langkah-langkah awal untuk melonggarkan pengunciannya, berita yang terdengar sebagai tanda bahaya global bahkan ketika bisnis mulai dari salon rambut Paris hingga Disneyland Shanghai dibuka kembali. Infeksi Korea Selatan juga naik lagi ke level tertinggi satu bulan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jepang mengatakan bahwa pihaknya dapat mengakhiri keadaan darurat di banyak daerah minggu ini dan Selandia Baru mengatakan mereka dapat mengurangi pembatasan pada Kamis, 14 Mei. Inggris juga telah menetapkan rencana untuk melonggarjkan penguncian, sementara toko-toko di Prancis dibuka kembali pada Senin, 11 Mei.
 
"Kekhawatiran pasar akan pembukaan kembali ekonomi terlalu cepat yang mengakibatkan gelombang virus lainnya akan terus membuat investor berhati-hati," tulis analis di Action Economics.
 
"Namun ini bukan lingkungan risk-off (penghindaran risiko) klasik," kata Axel Merk, presiden dan kepala investasi di Merk Investments.
 
Di satu sisi, Merk mencatat, ada bukti langkah risk-off. Indeks dolar yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, menguat 0,37 persen menjadi 100,16. Franc Swiss, tempat berlindung yang aman, naik terhadap euro ke level tertinggi lebih dari dua minggu.
 
Sementara itu, yen Jepang, taruhan safe-haven klasik, secara luas lebih lemah. Terhadap dolar, yen terakhir melemah 0,93 persen di 107,62 dan juga 0,69 persen lebih lemah terhadap euro, di 116,38. Harga obligasi pemerintah AS, yang juga merupakan aset berkualitas tinggi yang mendapat manfaat pada saat krisis, turun dan imbal hasilnya naik karena permintaan turun.
 
Saham-saham AS juga diuntungkan dari sentimen risiko yang membaik, meskipun beberapa dari pergerakan itu telah mudur kembali pada, dengan indeks S&P 500 datar. Euro jatuh terhadap dolar dan terakhir melemah sekitar 0,26 pesen pada 1,081 dolar.
 
Dolar minggu ini akan mengambil isyarat dari pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu, 13 Mei, dan data inflasi, pengangguran serta belanja ritel, menurut Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif