Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Bursa Saham AS Meredup

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 18 September 2020 07:50
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Kondisi itu terjadi karena saham perusahaan teknologi besar kesulitan untuk masuk ke area positif yang akhirnya membebani bursa saham Wall Street.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 18 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 130,40 poin atau 0,47 persen menjadi 27.901,98. Sedangkan indeks S&P 500 turun 28,48 poin atau 0,84 persen menjadi 3.357,01. Indeks Komposit Nasdaq turun 140,19 poin atau 1,27 persen menjadi 10.910,28.
 
Saham raksasa teknologi AS seperti Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google-parent Alphabet semuanya ditutup lebih rendah. Sedangkan di S&P 500, layanan komunikasi dan teknologi masing-masing turun 1,84 persen dan 0,84 persen, di antara yang berkinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan enam dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram. Pergerakan tersebut terjadi setelah data menunjukkan klaim pengangguran di Amerika Serikat hanya turun sedikit minggu lalu.
 
Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat di level 860 ribu dalam pekan yang berakhir 12 September, menyusul level revisi naik 893.000 pada pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Angka tersebut sedikit melebihi perkiraan ekonom di median 850 ribu yang disusun oleh Bloomberg.
 
Klaim lanjutan, atau jumlah orang yang sudah menerima tunjangan, mencapai 12,63 juta untuk pekan yang berakhir 5 September, menurut laporan itu. Kemudian Wall Street juga mencerna keputusan terbaru Federal Reserve tentang kebijakan moneter.
 
Bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di rekor level terendah mendekati nol persen. The Fed juga berjanji untuk mempertahankan kisaran target ini sampai kondisi pasar tenaga kerja membaik guna mencapai lapangan kerja maksimum dan inflasi naik ke tingkat yang diinginkan.
 
"Pemulihan telah berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan secara umum, tetapi aktivitas keseluruhan tetap jauh di bawah levelnya sebelum pandemi dan jalan di depan tetap sangat tidak pasti," kata Ketua Fed Jerome Powell, setelah pertemuan kebijakan dua hari Fed.
 
Powell mencatat sekitar setengah dari 22 juta pekerjaan yang hilang pada Maret dan April telah diperoleh kembali karena sudah banyak orang kembali bekerja, meski tingkat pengangguran tetap tinggi yakni di level 8,4 persen pada Agustus.
 
Tingkat pengangguran kemungkinan tiga persen lebih tinggi dari data resmi, mengingat orang-orang yang salah diidentifikasi sebagai pekerja dan menurunnya partisipasi angkatan kerja. Ke depan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pengaturan kebijakan Fed, memproyeksikan tingkat pengangguran akan terus menurun, menurut proyeksi ekonomi terkini.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif