Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP
Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP

Prospek Pemulihan Ekonomi Suram, Wall Street Ambruk

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 22 September 2020 07:33
New York: Bursa saham Wall Street turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), untuk sesi ketiga berturut-turut. Penurunan1 itu disebabkan lonjakan kasus infeksi virus korona di Eropa dan meningkatnya ketidakpastian negosiasi terkait stimulus fiskal berikutnya di Amerika Serikat.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 22 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 509,72 poin atau 1,84 persen menjadi 27.147,70. Kemudian S&P 500 turun 38,41 poin atau 1,16 persen menjadi 3.281,06. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq merosot 14,48 poin atau 0,13 persen menjadi 10.778,80.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor di bawah S&P 500 membukukan kerugian dipimpin oleh sektor material, industri, dan energi. Meski demikian, sektor teknologi berhasil tumbuh 0,76 persen berkat kembalinya investor ke saham teknologi di tengah dorongan risiko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS melihat kinerja yang beragam, dengan lima dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram, tetapi lima lainnya meningkat.
 
Ancaman meningkatnya kasus infeksi virus korona dan kemungkinan reintroduksi penguncian nasional di Inggris menenggelamkan pasar saham Eropa pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) dan meluas ke pasar saham AS. Kekhawatiran kebangkitan kembali kasus covid-19 global membebani sentimen.
 
Sementara itu, Wells Fargo Advisors pada penutupan sesi mengatakan ketegangan politik di Washington DC juga berkontribusi terhadap suramnya pemulihan ekonomi. "Negosiasi atas stimulus fiskal tambahan menjadi lebih rumit," kata Wells Fargo Advisors.
 
Di sisi lain, Morgan Stanley melihat ekonomi global dan negara-negara maju akan mengalami pemulihan seperempat kali lebih cepat ke level sebelum covid-19 dibandingkan perkiraan awal. Percepatan ini masing-masing terjadi pada awal kuartal keempat 2020 dan kuartal ketiga 2021.
 
Sementara itu, Amerika Serikat akan mencapai tingkat output pra-resesi dalam enam kuartal, yaitu pada kuartal kedua 2021. Hal ini berbeda dengan masa krisis keuangan global yang membutuhkan waktu hingga 10 tahun dengan perkiraan sebelumnya, ekonomi AS akan mencapai level sebelum covid-19 pada kuartal keempat 2021.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif