Ilustrasi. FOTO: Diariometro
Ilustrasi. FOTO: Diariometro

Wall Street Makin Kokoh

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 16 Mei 2020 08:12
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) semakin kokoh pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan ini terjadi setelah data penurunan penjualan ritel di negara itu mencapai rekor. Namun demikian penyebaran virus korona masih menjadi persoalan yang belum kunjung selesai.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 15 Mei 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 60,08 poin atau 0,25 persen menjadi 23.685,42. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 11,20 poin atau 0,39 persen dan berakhir pada 2.863,70. Sementara itu, indeks Komposit Nasdaq naik 70,84 poin atau 0,79 persen menjadi 9.014,56.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor layanan komunikasi dan diskresi konsumen masing-masing naik 1,26 persen dan 1,06 persen. Sedangkan sektor utilitas turun 1,41 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel merosot 16,4 persen pada April. Angka itu lebih buruk dari perkiraan sebelumnya yang turun 12 persen. Ini adalah penurunan penjualan ritel paling tajam karena pandemi covid-19 memaksa orang Amerika untuk tetap tinggal di rumah dan banyak bisnis tutup.
 
Sementara ituUniversitas Michigan melaporkanpembacaan awal survei sentimen konsumen AS naik menjadi 73,7 pada Mei dibandingkan dengan posisi 71,8 pada April. Diharapkan sejumlah indikator perekonomian Amerika Serikat bisa kembali membaik di masa-masa mendatang.
 
Pada hari yang sama Federal Reserve AS mengatakan bahwa produksi industri turun 11,2 persen pada April, penurunan bulanan terbesar dalam sejarah indeks 101 di tengah wabah covid-19 yang sementara waktu menutup banyak pabrik.
 
Federal Reserve New York menempatkan indeks negara bagian Empire di negatif 48,5 poin pada Mei, merupakan angka terendah kedua yang menunjukkan kondisi memburuk.
 
Di sisi lain menambah skenario ekonomi yang suram adalah gesekan antara Amerika Serikat dan Tiongkok terbaru karena wabah virus korona. Presiden Donald Trump menyatakan dia bahkan dapat memutuskan hubungan dengan Beijing.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif