Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Minyak Dunia Melonjak di Tengah Penurunan Produksi

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 19 Mei 2020 08:03
New York: Harga minyak dunia melonjak pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), didukung oleh pengurangan produksi dan harapan kenaikan permintaan minyak mentah. Meski demikian, adanya pandemi covid-19 masih menjadi persoalan yang tengah diselesaikan sejumlah pihak agar tidak lagi menekan permintaan.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 19 Mei 2020, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik USD2,39 menjadi USD31,82 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD2,31 menjadi USD34,81 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
"Kenaikan ini telah didorong oleh pengurangan produksi yang tinggi yang dilaksanakan oleh OPEC dan sekutunya ditambah penurunan (tidak disengaja) dalam produksi di AS di satu sisi, dan harapan permintaan segera kembali di sisi lain," kata Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terlepas dari semua euforia, bagaimanapun, kami percaya bahwa kehati-hatian masih disarankan: mungkin perlu beberapa tahun sebelum permintaan pulih ke tingkatnya sebelum krisis," tambahnya.
 
Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni, yang bertujuan mengatasi kekenyangan pasokan global akibat krisis covid-19.
 
Di sisi lain, analis pasar berpendapat bahwa prospek jangka panjang untuk emas tetap bullish karena investor khawatir atas dampak sejumlah besar stimulus dan kemungkinan langkah-langkah stimulus di masa depan, karena langkah-langkah ini meningkatkan inflasi, mendorong investor ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
 
Sementara itu, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell dalam pernyataannya yang disiarkan Minggu waktu setempat (Senin WIB) menguraikan kemungkinan kebutuhan untuk tiga hingga enam bulan lagi bantuan keuangan pemerintah bagi perusahaan-perusahaan dan keluarga.
 
Emas, yang cenderung menguat karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, telah meningkat sekitar 14 persen tahun ini karena bank sentral meluncurkan gelombang penurunan suku bunga dan stimulus lainnya untuk membatasi kerusakan ekonomi akibat pandemi.
 
Data ekonomi yang diterbitkan minggu lalu menunjukkan penjualan ritel AS dan produksi industri keduanya jatuh pada April, dengan krisis virus korona yang terus-menerus memukul pasar tenaga kerja AS. Jepang tergelincir ke dalam resesi di kuartal pertama. Pasar juga terus mewaspadai hubungan AS-Tiongkok yang memburuk.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif