Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Harga Minyak Mendekati Level Tertinggi

Ekonomi Minyak Mentah pandemi covid-19 Harga Minyak Naik
Antara • 23 Oktober 2021 08:59
New York: Harga minyak naik mendekati harga tertinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Sentimen bullish lantaran rendahnya pasokan dihambat oleh kekhawatiran para pemimpin dunia, karena gangguan permintaan akibat pandemi covid-19 mungkin belum berakhir.
 
Melansir Antara, Sabtu, 23 Oktober 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik 92 sen atau 1,1 persen, menjadi USD85,53 per barel. Kontrak acuan global yang menyentuh level tertinggi tiga tahun di USD86,10 menguat 1,0 persen dalam seminggu.
 
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember naik USD1,26 atau 1,5 persen menjadi USD83,76 per barel, tidak jauh dari level tertinggi tujuh tahun yang dicapai minggu ini. Kontrak WTI melonjak 1,7 persen pada minggu ini dan naik untuk minggu kesembilan berturut-turut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga minyak juga didorong kekhawatiran kekurangan batu bara dan gas di Tiongkok, India, dan Eropa, mendorong beberapa pembangkit listrik untuk beralih dari gas ke bahan bakar minyak dan solar.
 
Menurut perkiraan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), cuaca musim dingin di sebagian besar Amerika Serikat diperkirakan lebih hangat.
 
Minyak mentah AS mendapat dukungan minggu ini karena investor mengamati stok minyak mentah yang rendah di pusat penyimpanan AS di Cushing, Oklahoma.
 
Data Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu pekan ini menunjukkan stok minyak mentah di Cushing turun menjadi 31,2 juta barel, level terendah sejak Oktober 2018.
 
"Permintaan bensin Amerika tampaknya mengalami periode luar biasa," kata analis PVM dalam sebuah catatan, menunjuk pada permintaan tertinggi sepanjang tahun ini sejak 2007.
 
"Pasokan masih sangat, sangat ketat, pasar hanya berhati-hati terkait kemungkinan peningkatan kasus covid-19 di Rusia, Tiongkok, dan sekarang Jerman," kata analis senior di Price Futures Group di Chicago, Phil Flynn.
 
Ketua Federal Reserve Jerome Powell juga mengatakan dia tidak bisa mengesampingkan lonjakan covid-19 di musim dingin ini.
 
"Fakta bahwa situasi pasokan masih ketat menentang penurunan harga lebih lanjut di pasar minyak. Kami memperkirakan bahwa Brent akan berharga USD85 per barel pada akhir tahun," kata analis energi di Commerzbank Research, Carsten Fritsch.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif