Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Foto; AFP.
Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Foto; AFP.

Sekjen PBB akan Pulihkan Ekspor Biji-Bijian Ukraina

Antara • 19 Mei 2022 15:15
PBB: Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan dia menjalin kontak intensif dengan Rusia, Ukraina, Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk memulihkan ekspor biji-bijian Ukraina saat krisis pangan global memburuk.
 
"Saya berharap, masih ada jalan yang harus ditempuh," kata Guterres, yang mengunjungi Moskow dan Kiev akhir bulan lalu dikutip dari Antara, Kamis, 19 Mei 2022.
 
"Keamanan yang kompleks, implikasi ekonomi dan keuangan membutuhkan niat baik semua pihak," jelas dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbicara pada pertemuan ketahanan pangan di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diselenggarakan oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Guterres mengimbau Rusia untuk mengizinkan ekspor gandum yang aman dan terjamin yang disimpan di pelabuhan Ukraina dan agar makanan dan pupuk Rusia memiliki akses penuh dan tidak terbatas ke pasar dunia.
 
Perang Rusia di Ukraina telah menyebabkan harga global untuk biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar dan pupuk melambung, dan Guterres memperingatkan perang ini akan memperburuk krisis pangan, energi dan ekonomi di negara-negara miskin.
 
"Perang ini mengancam puluhan juta orang ke dalam kerawanan pangan, diikuti oleh kekurangan gizi, kelaparan massal dan bencana kelaparan, dalam krisis yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun," kata Guterres.
 
Ukraina biasanya mengekspor sebagian besar barangnya melalui pelabuhan tapi sejak invasi Rusia pada 24 Februari, Ukraina terpaksa mengekspor dengan kereta api atau melalui pelabuhan kecil di Sungai Danube.
 
Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global. Ukraina juga merupakan pengekspor utama jagung, jelai, minyak bunga matahari, dan minyak lobak, sementara Rusia dan Belarus, yang telah mendukung Moskow dalam perangnya di Ukraina, menyumbang lebih dari 40 persen ekspor kalium global, dan pupuk tanaman.
 
Blinken mengatakan Rusia harus dipaksa membuat koridor sehingga makanan dan pasokan penting lainnya dapat dengan aman meninggalkan Ukraina melalui darat atau laut.
 
"Diperkirakan ada 22 juta ton biji-bijian yang tersimpan di silo di Ukraina saat ini. Makanan itu bisa langsung digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan jika bisa keluar dari negara itu," kata Blinken.
 
PBB mengatakan 36 negara mengandalkan Rusia dan Ukraina untuk lebih dari setengah impor gandum mereka, termasuk beberapa yang termiskin dan paling rentan di dunia, termasuk Lebanon, Suriah, Yaman, Somalia, dan Republik Demokratik Kongo.
 
"Guterres berbicara dengan Wakil Perdana Menteri pertama Rusia Andrei Belousov tentang ekspor pupuk dan biji-bijian Rusia," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.
 
"Diskusi, sejauh yang saya tahu, berjalan dengan baik dan positif," kata Nebenzia kepada wartawan pada Rabu, tapi dia mengisyaratkan akses Ukraina ke pasar internasional adalah masalah yang terpisah.
 
Nebenzia mengatakan meski tidak ada sanksi langsung terhadap pupuk atau biji-bijian Rusia, ada efek besar pada pengiriman, asuransi dan perbankan setelah Amerika Serikat dan negara lain mulai menghukum Rusia atas apa yang disebut Moskow sebagai 'operasi militer khusus' di Ukraina.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif