Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP
Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP

Indeks S&P-Nasdaq Kompak Merekah

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 26 Agustus 2020 07:47
New York: Rata-rata indeks utama Wall Street berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor mencerna banyak data ekonomi. Di sisi lain, pandemi covid-19 masih menjadi perhatian para investor lantaran memengaruhi gerak pasar saham Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 26 Agustus 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 60,02 poin atau 0,21 persen menjadi 28.248,44. Sedangkan S&P 500 naik 12,34 poin atau 0,36 persen menjadi 3.443,62. Indeks Komposit Nasdaq naik 86,75 poin atau 0,76 persen menjadi 11.466,47.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor layanan komunikasi naik 0,97 persen. Sedangkan sektor energi tergelincir 1,42 persen, menjadi elompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih tinggi, dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Di sisi data, Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan rumah baru di Amerika Serikat datang pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman di 901 ribu pada Juli, naik 13,9 persen dari pembacaan Juni. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan laju rata-rata penjualan rumah baru mencapai 790 ribu.
 
Indeks Keyakinan Konsumen AS turun menjadi 84,8 pada Agustus dari 91,7 pada Juli, karena orang Amerika mengkhawatirkan prospek ekonomi, The Conference Board yang berbasis di New York melaporkan. Angka tersebut tidak mencapai konsensus pasar. Kemudian Wall Street juga memerhatikan hubungan AS-Tiongkok.
 
Sementara itu, risalah Federal Reserve menunjukkan pejabat the Fed percaya bahwa ketidakpastian seputar prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap sangat tinggi, dengan pergerakan ekonomi akan sangat bergantung bagaimana arah covid-19. Sejauh ini, kasus infeksi virus mematikan itu terus meningkat.
 
"Beberapa risiko terhadap prospek ekonomi telah dicatat, termasuk kemungkinan wabah virus gelombang berikutnya yang dapat mengakibatkan gangguan ekonomi berkepanjangan dan berlarut-larut," kata risalah rapat Fed.
 
Pada pertemuan tersebut, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pengaturan kebijakan the Fed, mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah yaitu 0-0,25 persen. Keputusan itu sambil memperingatkan bahwa kebangkitan kasus covid-19 secara nasional baru-baru ini mulai membebani pemulihan ekonomi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif