Ilustrasi. FOTO: Politico
Ilustrasi. FOTO: Politico

Wall Street Merekah

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 15 Mei 2020 07:34
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), didukung oleh kenaikan kuat di sektor keuangan. Meski demikian, pandemi covid-19 masih menjadi sentimen negatif yang terus menekan gerak pasar saham.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 15 Mei 2020, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 377,37 poin atau 1,62 persen menjadi 23.625,34. Sedangkan S&P 500 naik 32,50 poin atau 1,15 persen dan berakhir pada 2.852,50. Indeks Komposit Nasdaq naik 80,55 poin atau 0,91 persen menjadi 8.943,72.
 
Saham American Express melonjak 7,41 persen, memimpin kenaikan di Dow Jones. Saham JPMorgan Chase dan Goldman Sachs masing-masing naik 4,15 persen dan 1,54 persen, juga berkontribusi terhadap kenaikan pasar saham. Sebanyak 10 dari 11 utama sektor S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor keuangan naik 2,64 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, sektor kebutuhan pokok konsumen turun 0,31 persen dan menjadi satu-satunya kelompok yang menurun. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal AS berjumlah 2,981 juta pada pekan yang berakhir 9 Mei, menyusul sebanyak 3,176 juta pada minggu sebelumnya.
 
Laporan buruk pada klaim pengangguran datang setelah komentar suram Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell tentang ekonomi. Powell mengatakan krisis covid-19 meningkatkan kekhawatiran jangka panjang, memperingatkan resesi yang berkepanjangan dan pemulihan yang lemah menyebabkan produktivitas yang rendah dan pendapatan yang stagnan.
 
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperlihatkan memburuknya hubungan dengan Tiongkok, khususnya terkait virus korona. Hal itu diperlihatkan saat Trump tidak tertarik berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
 
Isu utama dari memburuknya hubungan AS-Tiongkok berkait pada tuduhan Trump bahwa Negeri Tirai Bambu yang dinilainya gagal menahan laju penyebaran covid-19. Pandemi tersebut telah merongrong perjanjian perdagangan Januari dengan Beijing, yang sebelumnya disebut sebagai sebuah pencapaian besar.
 
"Mereka (Tiongkok) seharusnya tidak pernah membiarkan (covid-19) ini terjadi. Jadi saya membuat kesepakatan dagang yang hebat dan sekarang saya mengatakan ini tidak terasa sama bagi saya. Tinta itu hampir kering. Dan rasanya tidak sama bagi saya. Tapi saya saat ini tidak ingin berbicara dengannya (Xi Jinping)," kata Trump.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif