Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua
Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua

Wall Street Bervariasi

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 30 Mei 2020 06:57
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena Wall Street mencermati serangkaian data ekonomi yang dirilis. Di sisi lain, pandemi covid-19 yang belum kunjung selesai masih memberikan tekanan tersendiri terhadap gerak pasar saham.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 30 Mei 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 17,53 poin atau 0,07 persen menjadi 25.383,11. Sementara S&P 500 meningkat sebanyak 14,58 poin atau 0,48 persen menjadi 3.044,31. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik sebanyak 120,88 poin atau 1,29 persen menjadi 9.489,87.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor perawatan kesehatan dan sektor teknologi masing-masing naik 1,27 persen dan 1,18 persen. Sedangkan sektor keuangan merosot 1,21 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan ekonom yang disurvei memperkirakan belanja konsumen akan anjlok 12,6 persen pada April. Beberapa data yang dirilis akhir-akhir ini menunjukkan pandemi telah melumpuhkan perekonomian terbesar di dunia. Meski demikian, Pemerintah AS terus berupaya menjaga agar kejatuhan tidak kian dalam.
 
Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkab klaim pengangguran awal AS tercatat 2,123 juta pada minggu yang berakhir 23 Mei. Selama 10 minggu terakhir, lebih dari 40 juta orang Amerika telah mengajukan asuransi pengangguran.
 
Di sisi lain, hanya dalam waktu empat bulan, Amerika Serikat pada Rabu 27 Mei melampaui 100 ribu kematian akibat virus korona. Di saat bersamaan, pandemi memperkuat cengkeramannya di Amerika Latin.
 
Menurut penghitungan yang disusun oleh Universitas Johns Hopkins, Kamis 28 Mei 2020, angka AS yang dikonfirmasi akibat covid-19 adalah 100.442. Sementara 1,69 juta warga terinfeksi virus itu. Ketua DPR AS Nancy Pelosi sempat berhenti selama konferensi pers untuk mengumumkan korban mengejutkan dari ‘virus jahat’ itu.
 
Kondisi itu terjadi, ketika negara-negara bagian di AS dengan hati-hati membuka kembali ekonomi mereka yang hancur. "Kami tidak menyangka negara kami akan mencatat 100 ribu orang yang meninggal akibat virus korona," kata Pelosi.
 
Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat, mencatat pengalaman mengerikan dengan berbicara langsung kepada keluarga yang menderita. "Terhadap mereka yang terluka, saya turut berduka atas kehilangan kalian. Bangsa ini berduka bersama kalian," pungkas Biden.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif