Foto: AFP.
Foto: AFP.

Balik Arah, Dolar AS Pamer Kekuatan

Ekonomi Dolar AS
Angga Bratadharma • 29 Juli 2020 07:37
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan terjadi karena para pelaku pasar mengamati pertemuan kebijakan utama Federal Reserve yang diperkirakan membahas terkait stimulus di tengah pandemi covid-19.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 29 Juli 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,02 persen pada 93,6955. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1721 dari USD1,1749 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,2943 dari USD1,2870 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik hingga USD0,7161 dibandingkan dengan USD0,7141. Dolar AS dibeli 105,09 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 105,38 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS jatuh ke 0,9174 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9203 franc Swiss, dan tidak berubah pada 1,3360 dolar Kanada dari sesi sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank sentral AS memulai pertemuan kebijakan dua hari diikuti oleh keputusan suku bunga. "Keputusan Fed besok adalah panggung utama. Fed tidak diragukan lagi akan siap untuk pelonggaran lebih lanjut," kata Analis Valas Commerzbank Esther Reichelt.
 
Di sisi lain, indeks utama Wall Street terlihat tumbang pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan terjadi karena para investor mencerna laporan laba yang mengecewakan dan mengamati perdebatan mengenai paket bantuan dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait pandemi covid-19.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 205,49 poin atau 0,77 persen menjadi 26.379,28. Sedangkan S&P 500 turun 20,97 poin atau 0,65 persen menjadi 3.218,44. Indeks Komposit Nasdaq turun 134,18 poin atau 1,27 persen ke 10.402,09.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah. Sektor material turun 2,18 persen, menjadi penghambat indeks. Sedangkan sektor real estat naik 2,05 persen, mengungguli yang lain. Perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkanlebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan indeks S&P AS 50 mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Di sisi pendapatan, saham 3M turun 4,85 persen karena pendapatan dan laba yang lebih rendah dari yang diperkirakan untuk kuartal kedua. Perusahaan raksasa makanan cepat saji AS, McDonald juga melaporkan laba kuartal kedua yang meleset dari ekspektasi. Sahamnya ditutup turun 2,49 persen.
 
Sementara itu, investor tetap berhati-hati karena anggota parlemen AS belum menyelesaikan perbedaan mereka mengenai ukuran dan cakupan RUU bantuan covid-19 berikutnya. Adapun Senat Partai Republik merilis proposal bantuan covid-19 sebesar USD1 triliun mereka, yang mencakup pengurangan tunjangan pengangguran federal, dan perlindungan kewajiban untuk bisnis dan sekolah.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif