Jack Ma. Foto: AFP.
Jack Ma. Foto: AFP.

Harta Jack Ma Bertambah Rp396 Triliun dalam Semalam

Ekonomi alibaba Orang Terkaya di Dunia Jack Ma
Ade Hapsari Lestarini • 27 Oktober 2020 18:08
Jakarta: Ant Group memecahkan rekor dunia dalam pencatatan saham di lantai bursa (initial public offering/IPO). Rekor ini otomatis mengangkat kekayaan Jack Ma sebesar USD27 miliar atau setara Rp396 triliun (kurs Rp14.673 per USD) hanya dalam semalam.
 
Melansir Forbes, Selasa, 27 Oktober 2020, IPO ini tak hanya mengangkat Jack Ma, setidaknya 18 miliarder juga kecipratan untung. Kondisi ini terpantau menurut harga yang diumumkan oleh perusahaan hari ini, yakni untuk pencatatan ganda yang direncanakan di Hong Kong dan Shanghai.
 
Melansir Forbes Real-Time Billionaires List, saham Ant yang mencakup Alibaba Group, diestimasikan akan bertambah sekitar USD68 miliar. Angka ini membuat Ma menjadi orang terkaya di Tiongkok. Mantan guru bahasa Inggris ini sekaligus menjadi orang terkaya ke-12 di dunia setelah pendiri Google, Sergey Brin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


IPO yang menghimpun dana hampir USD35 miliar ini sekaligus menggarisbawahi pengaruh Tiongkok yang tumbuh pesat di bidang keuangan daring. IPO ini juga menunjukkan bahwa Tiongkok mampu merajai pasar modal internasional. Ini terjadi terutama saat otoritas negara Tirai Bambu tengah membantu meningkatkan industri teknologi utama seperti semikonduktor dan menutup celah dengan Amerika Serikat.
 
Banyaknya miliarder baru dari daratan Tiongkok juga menggarisbawahi kekayaan sumber daya Tiongkok dan Asia yang sangat besar. Tiongkok, sebagai negara dengan ekonomi nomor dua di dunia, adalah rumah bagi miliarder terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Termasuk di antaranya CEO Alibaba Group Daniel Zhang yang memiliki saham Ant bernilai USD1,5 miliar.
 
Daftar tersebut muncul dengan latar belakang kesengsaraan AS menjelang pemilihan presiden Amerika pada 3 November. Perusahaan Tiongkok, termasuk Alibaba dan NetEase telah membuat daftar sekunder di Hong Kong pada tahun lalu di tengah ancaman pemerintahan Trump untuk mendepaknya dari AS.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif