Ilustrasi. FOTO: NYSE
Ilustrasi. FOTO: NYSE

Wall Street Cerah Jelang Keputusan Federal Reserve

Ekonomi Wall Street The Fed Wall Street Merekah
Angga Bratadharma • 04 Mei 2022 08:01
New York: Bursa saham Wall Street menyelesaikan sesi berombak sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Kondisi itu terjadi karena pelaku pasar menunggu keputusan kenaikan suku bunga lain dalam upaya terbaru Federal Reserve untuk melawan inflasi.
 
Menyusul kenaikan seperempat poin dari suku bunga pinjaman acuan pada Maret, Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan gubernur bank sentral lainnya mengatakan kenaikan setengah poin dapat diumumkan ketika pertemuan dua hari mereka berakhir Rabu waktu setempat.
 
Analis mengatakan reaksi pasar sulit diprediksi, sebagian karena perdebatan tentang sejauh mana pasar telah 'terpanggang' dalam pergeseran Fed.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada ketidakpastian yang nyata dan orang-orang memiliki pendapat berbeda tentang apa yang akan dilakukan pasar setelah The Fed menaikkan suku bunga dan mengumumkan pengetatan kuantitatif,” kata Karl Haeling dari LBBW, dilansir dari The Business Times, Rabu, 4 Mei 2022.
 
Hal itu menunjuk pada perbedaan antara investor yang memprediksi aksi jual dan investor yang memprediksi aksi jual terkait mengantisipasi reli bantuan. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average berakhir pada Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB) naik 0,2 persen menjadi 33.128,79.
 
Indeks S&P 500 menguat 0,5 persen menjadi 4.175,48. Sedangkan Nasdaq Composite Index yang kaya teknologi naik 0,2 persen menjadi 12.563,76. Saham Pfizer naik 2,0 persen setelah melaporkan lonjakan laba kuartal pertama karena penjualan vaksin covid-19 yang lebih tinggi.
 
Biogen turun 0,8 persen setelah mengumumkan Michel Vounatsos akan mengundurkan diri sebagai kepala eksekutif setelah keputusan pejabat AS yang mengawasi program Medicare untuk secara tajam membatasi cakupan obat Aduhelm perusahaan guna mengobati penyakit Alzheimer.
 
Expedia merosot 14 persen meskipun melaporkan lonjakan pendapatan 81 persen menjadi USD2,2 miliar. Analis mengutip hambatan dari biaya pemasaran yang lebih tinggi dan menyatakan kekecewaan hasilnya bahkan tidak lebih kuat mengingat pasar perjalanan yang kuat.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif