Ilustrasi. Foto: AFP/Marc
Ilustrasi. Foto: AFP/Marc

Harga Minyak Relatif Stabil setelah Ancaman Badai AS Berkurang

Ekonomi Minyak Mentah Badai Ida Badai Nicholas
Antara • 17 September 2021 07:20
New York: Harga minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) setelah mencapai tingkat tertinggi karena ancaman terhadap produksi minyak mentah Teluk AS dari Badai Nicholas mereda.
 
Melansir Antara, Jumat, 17 September 2021, minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 21 sen atau 0,3 persen, menjadi USD75,67 per barel. Hai sebelumnya, Brent menyentuh level USD76,13, tertinggi sejak 30 Juli 2021.
 
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Oktober mengakhiri sesi dengan tidak berubah pada USD72,61 per barel setelah naik ke level tertinggi sejak 2 Agustus sehari sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan harga sekarang kembali di sekitar tertinggi musim panas, kami melihat beberapa aksi ambil untung, tetapi reli terus terlihat," kata analis pasar senior di Oanda, Craig Erlam.
 
Perusahaan-perusahaan energi Teluk AS telah bisa memulihkan layanan pipa dan listrik dengan cepat setelah Badai Nicholas melewati Texas awal pekan ini, memungkinkan mereka untuk fokus pada upaya memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh Badai Ida beberapa minggu sebelumnya.
 
"Ketika Nicholas menyelamatkan produksi AS dari gangguan lebih lanjut, sulit untuk melihat bagaimana harga minyak dapat meningkat lebih lanjut dalam waktu dekat," kata analis Rystad Energy, Nishant Bhushan.
 
Adapun kapasitas produksi minyak yang terpengaruh Ida terus pulih di AS.
 
Minyak melonjak pada Rabu pekan ini didukung oleh data yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan 6,4 juta barel pekan lalu, dengan fasilitas minyak lepas pantai masih belum pulih dari dampak badai Ida.
 
Brent reli sekitar 45 persen tahun ini, didukung oleh pengurangan pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, ditambah beberapa pemulihan dari jatuhnya permintaan akibat pandemi..
 
Minyak juga mendapat dukungan dari lonjakan harga listrik Eropa, yang naik karena persediaan gas yang rendah dan pasokan gas yang lebih sedikit.
 
Sentimen lain yang menjadi tanda pemulihan permintaan minyak yaitu laporan OPEC dan Badan Energi Internasional yang diawasi ketat minggu ini, mengatakan penggunaan minyak global akan naik di atas 100 juta barel per hari, level yang terakhir dicapai pada 2019.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif